KEADILAN, RIDHA DAN AMAL SHALEH
Keadilan berasal dari kata adil, artinya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya. Sifat adil artinya suatu sifat yang teguh, kukuh, yang tidak menunjukkan memihak kepada seseorang atau golongan. Adil itu sifat yang mulia dan sikap yang lurus tidak terpengaruh karena faktor keluarga, hubungan kasih sayang, karib kerabat, golongan dan sebagainya.
Allah SWT menetapkan bahwa setiap manusia masing-masing bertanggung jawab atas perbuatannya. Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain dan tidak memperoleh pahala selain apa yang telah diusahakannya sendiri. Terhadap semua hasil usaha seseorang, Allah SWT akan membalasnya dengan balasan yang adil dan yang setimpal. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWT.
Artinya : “38. (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, 39. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, 40. dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). 41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, 42. dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). ” (QS An Najm : 38-42)lihat Al-Qur’an di google
Sesungguhnya Allah menyruh manusia untuk berbuat adil, sebagaimana firmannya :
Artinya : “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al Hujurat : 9) lihat Al-Qur’an di google
Berlaku adil dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berlaku adil kepad Allah SWT, kepada diri sendiri, kepada orang lain dan kepada makhluk lain (lingkungan)
1. Berlaku adil kepada Allah SWT
Pengertian berlaku adil kepada Allah SWT adalah kita harus menempatkan diri pada tempat yang benar, yakni sebagai makhluk Allah SWT dan dengan utuh melaksanakan apa yang telah diwajibkan kepada kita
Untuk mewujudkan keadilan kita kepada Allah SWT, kita wajib beriman kepada Allah SWT, jangan menyekutukannya dengan sesuatu yang lain dan mengimani nabi Muhammad SAW sebagai utusannya. Menjunjung tinggi petunjuk dan kebenaran daripadaNya, yaitu mengimani Al Qur’an sebagai wahyu Allah SWT mentaati ketentuannya dengan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Menyembah kepadanya dengan melaksanakan shalat, zakat, puasa, dan ibadah lainnya
2. Berlaku adil kepada diri sendiri
Pengertian berlaku adil kepada diri sendiri yaitu menempatka diri sendiri pada tempat yang baik dan benar. Untuk itu kita harus teguh, kukuh menempatkan diri kita agar tetap terjaga dan terpelihara dalam kebaikan dan keselamatan, jangan menganiaya diri sendiri dengan menuruti hawa nafsu, minum minuman keras, dusta, enggan berbuat baik dan jangan membuat kemudharatan (keburukan) yang akibatnya akan buruk pula pada kesehatan, jiwa, harta dan kehormatan diri. Kita harus menjaga dan memelihara agar diri sendiri hidup selamat bahagia didunia dan akhirat kelak. Kita harus jujur terhadap diri sendiri dan jika berbuat salah kita harus berani mengoreksinya
3. Berlaku adil kepada orang lain
Pengertian berlaku adil kepada orang lain adalah menempatkan orang lain pada tempatnya yang sesuai, layak dan benar. Memberikan hak orang lain dengan jujur, tidak mengurangi sedikitpun hak yang harus diterimanya. Tidak menyakiti dan merugikan orang lain, baik berupa materiil maupun non materiil. Bila sebagai hakim, putuskanlah perkara dengan adil. Kalau menjadi pelayan masyarakat maka layanilah masyarakat dengan baik dan adil
4. Berlaku adil kepada makhluk lain (lingkungan)
Berlaku adil kepada makhluk lain yaitu dapat menempatkan makhluknlain pada tempatnya yang sesuai, misalnya adil kepada binatang, harus menempatkannya pada tempat yang layak menurut kebiasaan binatang tersebut. Jika memelihara binatang harus disediakan tempat dan makanannya yang memadai. Jika binatang itu akan dimanfaatkan untuk kendaraan atau usaha pertanian hendaknya dengan cara yang wajar, jangan memberi beban yang melampaui batas. Demikian pula jika hendak dimakan, maka hendaklah disembelih dengan cara yang telah ditentukan oleh ajaran agama, dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan kesakitan bagi si binatang itu. Menjaga kelestarian lingkungan juga termasuk berbuat adil kepada makhluk lain.
5. Keutamaan Keadilan
Keutamaan berlaku adil antara lain :
1. Terciptanya rasa aman, tentram, tenang dalam jiwa dan tidak ada rasa khawatir kepada orang lain, karena tidak pernah melakukan perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain
2. Membentuk pribadi yang dapat melaksanakan kewajiban dengan baik, taat dan patuh terhadap Allah SWT melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab
3. Menciptakan ketentraman dan kerukunan hidup, hubungan yan harmonis dan tertib dengan orang lain
4. dapat memanfaatkan alam sekitar untuk kemashlahatan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Allah berfirman.
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maidah : lihat Al-Qur’an di google
1. Mengharap Ridha Allah
1). Pengertian
Ridha Allah ialah suatu sikap dan usaha untuk menggapai kasih sayang dari yang Maha Kuasa Allah swt. Usaha itu antara lain Iman yang mantap kepada Allah,Sholat lima waktu, Berbuat baik kepada kedua orang tua,sabar menerima ujian Allah dan cobaan bersyukur ats nikmat yang diberikan oleh Allah.
2). Iman yang mantap kepada Allah.
Iman adalah keadaan jiwa seseorang mengakui keberadaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan yang maha kuasa. Iman itu mendorong dirinya melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Sesuai dengan Firman Allah swt surat Al Hujurat ayat 15 berbunyi:
Artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” ( QS Al Hujurat ayat 15 ) lihat Al-Qur’an di google
3). Sholat lima waktu
Sholat adalah salah satu rukun Islam yang paling sering dilaksanakan, dibandingkan dengan puasa, zakat dan haji. Kenapa demikian karena itu merupakan yang paling utama sebagai komunikasi kepada Allah, sholat sebagai tiang agama, dan amal yang paling pertama kali di tanya di hari kiamat, Amal yang sangat mempengaruhi dinilai atau tidaknya nanti di akhirat. Sebagai firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 45
Artinya:”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” lihat Al-Qur’an di google
4). Berbuat baik kepada dua orang tua
Jalan yang lain dalam menggapai ridha Allah melalui birrul walidain. Birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua merupakan masalah yang penting dalam Islam. Di dalam Al Qur’an, setelah memerintahkan menyembah Allah selanjutnya berbakti kepada dua orang tua. Dalam surat Al Isra Allah berfirman 23 – 24 berbunyi:
Artinya:”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850]. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” lihat Al-Qur’an di google
Bentuk bentuk berbakti kepada dua orang tua
a) Berakhlak baik kepada keduanya
b) Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut atau berbicara dengan keduanya perkataan yang mulia.
c) Tawaduk ( rendah hati ) atau tidak boleh bersikap sombong karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan orang tua kita.
d) Memberi hadiah atau hibbah kepada kedua orang tua.
e) Mendoakan keduanya sebagaimana untuk keampunan dan kemuliaannya.
5) Sabar
Sabar kepada ujian yang Allah timpakan kepada kita baik, rasa takut, rasa lapar, penguranga harta, pengurangan diri dan pengurangan buah-buahan dan lain sebagainya. Sabar dari segala bencana yang kita terima dari Allah. Sebagai firman Allah ( Al Baqarah : 153 ) Artinya: …. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. lihat Al-Qur’an di google
6). Syukur
Syukur adalah suatu sikap terima kepada Allah atas segala nikmat telah di kurniakan kepada kita, baik lahir maupun batin, baik untuk diri kita atau diluar diri kita seperti rezeki, rumah, kendaraan, dan lain sebaginya.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a.b,c,d atau e sesuai jawaban yang paling tepat !.
1.”Ridha allah tergantung ridhonya kedua orang tua “ Hal ini Allah perlihatkan contoh dimasa Rasul orang ahli ibadah menghadapi sakratul maut yang susah.
a. malin kundang
b. Al Qamah
c. Batu Menangis
d. Sangkuriang
e. Hindun
2. Berbakti kepada orang tua harus lebih dahulu dari pada orang lainnya, hadits ini di
riwayatkan oleh ….
a. Bukhari
b.Muslim
c. Abu Daud
d.Ibnu Hibban
e. Hakim
3. Seseorang dilarang mematuhi orang tuanya apabila mereka menyuruh untuk ..
a. menuntut ilmu pengetahuan
b. menikahi seseorang yang tidak dicintai
c. membelanjakan harta di jalan Allah
d. menyekutukan Allah
e. melakukan perbuatan yang tidak disukai
4. Yang tidak termasuk pekerjaan memuliakan orang tua ialah….
a. silaturrahmi kepada dua orang tua
b. mengucapkan salam
c. melakukan perbuatan yang menyenangkan
d. melakukan salam
e. melakukan perbuatan yang diinginkan orang tua
Yang termasuk keutamaan Adil adalah sebagai berikut, kecuali….
Terciptanya rasa aman, tenang,tentram dalam jiwa.
Membentuk kebpribadian yang dapat melaksanakan kewajiban dengan baik, taat dan patuh kepada Allah.
Menciptakan kerukunan hidup, hubungan yang harmonis dan tertib dengan orang lain.
Dapat memanfaatkan alam sekitarnya untuk kemaslahatan dan kebaikan hidup didunia dan akhirat.
Hidup selalu kecewa karena orang yang adil banyak kesulitan.
Segala daya dan upaya untuk menggapai kasih sayang dari yang Maha Kuasa disebut….
Ridha
Adil
Raja’
Ikhlas
qanaah
1. Bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua kecuali….
berakhlak baik kepada keduanya
berkata lemah lembut kepada keduanya
c. tawaduk (rendah hati).kepadanya
d. memberi hadiah kepada keduanya
e. memberikan santunan kepadanya.
Orang mukmin yang sempurna imannya ialah yang paling baik…
pakaiannya
wajahnya
kedudukannya
akhlaknya
bicaranya
Dibawah ini tanda-tanda orang takwa, kecuali…
beriman kepada yang gaib
kufur nikmat
menafkan sebagian rezeki Allah
mendirikan sholat
memaafkan kesalahan manusia
Sikap anak kepada ibu bapak yang memerintahkan berbuat mungkar adalah….
Menolak dengan tegas dan memutuskan hubungan
Menolak dengan tegas, tetapi mengormati dan tetap menjalin hubungan baik.
Menolak secara halus, tetapi menghormati dan tetap menjalin hubunganbaik.
Menolak secara halus, dan memutuskan hubungan
Pura-pura patuh dihadapannya agar jangan sampai ibu bapak kecewa.
Tetanga yang bukan saudara dan tidak beragama Islam … hak atas kita.
mempunyai 1
mempunyai 2
mempunyai 3
mempunyai 4
mempunyai 5
Kepada sesama mukmin tidak boleh memanggil dengan panggilan yang buruk. Panggilan yang paling buruk terhadap saudara seiman misalnya.
Hai keturunan orang gila
Hai kafir
Hai bakhil
Hai pendek
Hai pemakan harta riba
Yang tidak termasuk cara kepada orang tua yang sudah meninggal adalah…
membacakan istigfar
melaksanakan wasiat keduanya
membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut
menjalin hubungan silatur rahmi
Orang yang percaya kepada Allah swt dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad saw serta ajaran yang dibawanya definisi…..
orang beramal
orang berharta
orang berjihad
orang berinfaq
orang beriman
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
Jelaskanlah pengertian keadlilan
Jelaskan lah pengertian ridha
Uraikanlah dan jelaskan pengertian sabar
Uraikanlah keutamaan adil
Kenapakah kita harus patuh kepada orang tua
6.Uraikan kisah Al Qamah tentang kedurkaan kepada orang tua.
7. artikan ayat dibawah ini!
8. Apakah amal yang pertama kali ditanya di hari kiamat ?
9. sebutkan tiga hikmah sholat!
10.Jelaskan pengertian syukur !
Selasa, 18 Januari 2011
TOBAT DAN RAJA’
TOBAT DAN RAJA’
Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran, kedua adalah kematian, berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali, dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga, tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak.
Dalam menjalani kehidupan, seseorang tentu harus mempersiapkanbekal untuk hari kemudian. Bekalnya adalah iman, ilmu dan amal shaleh. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan, baik di dunia maupun diakhirat. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat, raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah), optimis, dinamis, mampu berfikir kritis, dan mampu mengendalikan diri. Bab ini secara khusus akan membahas sifat-sifat terpuji tersebut.
A. Bertobat
•
222. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[137] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci[138]. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
[137] maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh.
[138] ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar.
Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri.” (QS Al Baqarah : 222)
Tobat adalah proses menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan berupaya sekuat hati untuk tidak melakukannya kembali atau permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan (kekhilafan) dan atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya (keterangan selanjutnya lihat QS An Nur ; 31, Ali Imran : 90, An Nisa : 110, Al Maidah : 34 dan At Tahrim :
Hadis nabi Muhammad SAW yang artinya : “Sesungguhnya Allah menerimatobat hambanya selagi ia belum tercungak-cungak hendak mati (nyawanya berbalik-balik dikerongkongan).” (HR Ahmad)
1. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, diantaranya seperti hal-hal berikut.
1. Tidak memuliakan anak yatim piatu, tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin, memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20)
2. Bakhil, merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13)
3. Mengumpat, mencela, prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1, dan Al Hujurat : 11-13)
4. Tidak melaksanakan rukun Islam, terutama mendirikan salat
2. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat.
1. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Orang ini diampuni dosanya. lihat Al-qur,an on line di gogle
•
89. Kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan[211]. Karena Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[211] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Artinya :“Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.” (QS Ali Imran : 89)
1. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima lihat Al-qur,an on line di gogle
•
18. Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu Telah kami sediakan siksa yang pedih.
Artinya : “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih.” (QS An Nisa : 18
1. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim :
Tobat nasuha dapat dilakukan degan prose sebagai berikut.
1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53)
2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. (QS An Nas : 1-6, Al Falaq : 1-5, dan An Nahl : 98)
3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan, dengan sungguh-sungguh, sesuai keadaan, tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35, Hud : 112, Al Isra’ : 17-19, Al Anbiya : 90&37, Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25)
4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191), mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18), dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43)
5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30)
6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10)
7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22, Al Qasas : 4, Al Furqan : 69-71, At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7)
Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha, seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut.
1) Harus menghentikan perbuatan dosanya
2) Harus menyesalai perbuatannya
3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Dan mengganti dengan perbuatan yang baik, dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain, maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut
B. Mengharap Keridhaan Allah
Jalan yang hak dalam menggapai ridha Allah melalui orang tua adalah birul walidain. Birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tuamerupakan salah satu masalah yang penting dalam Islam. Di dalam Al Qur’an, setelah memerintahklan manusia untuk bertauhid kepadanya Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surah Al Isra : 23-24 Allah berfirman lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : (23) Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia. (24) Dan hendaklah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagai mana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS Al Isra : 23-24)
Keutamaan berbakti kepada orang tua dan pahalanya apabila kita melaksanakannya.
1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Hadis nabi Muhammad SAW dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Nabi SAW tenatang amal yang paling utama dan dicintai Allah. Nabi SAW menjawab, pertama salat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan salat diawal waktunya), kedua berbakti kepada orang tua, dan ketiga jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian jika ingin berbuat kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama diantaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada orang tua)
2. Rida Allah tergantung keridhaan orang tua. Ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dari Abadul Mufrad, Ibnu hibban, Ahkim dan At Tarmidzi
3. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu melalui cara beramal saleh. Ini menunjukkan bahwa melalui berbakti kepada orang tua yang pernah kita lakukan, dapat menghilangkan kesulitan. Banyak sekali kesulitan yang dialami seseorang karena berbuat durhakakepada kedua orang tua. Bagaimana beratnya orang tua kita yang telah bersusah payah megurus anak-anaknya. Walaupun si anak sudah bekerja sehari semalam atau hendak membalas dengan perbuatan apapun tidak akan pernah terbayar dengan jasa orang tua kita mengurs kita sewaktu kecil.
4. Dengan bersilaturahmi kepada orang tua, seseorang akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur sebagaimana dalam hadis dinyatakan.
Artinya : “Barang siapa yang suka diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)
Ketika bersilaturahmi, kita harus mendahulukan silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara kita yang sering bersilaturahmi kepada teman-temannya, tapi jarang atau bahkan tidak pernah bersilaturahmi kepada orang tuanya sendiri. Sesulit apapun keadaannya, kita harus tetap berusaha untuk bersilaturahmi kepada orang tua
5. Balasan berbakti kepada orang tua yaitu akan dimasukkan ke surga oleh Allah SWT. Selain itu, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka. Sebaliknya, dosa-dosa yang Allah segerakan azabnya didunia diantaranya adalah akibat berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua. (lihat QS Al Ankabut : 8, Maryam :12-15&30-34, Ibrahim : 40-41, Asy Syuara ; 87-88, dan An Nahl : 19)
Bentuk bentuk berbakti kepada orang tua, antara lain dapat dilakukan melalui cara berikut ini
1. Berakhlak baik kepada keduanya. Di dalam hadis nabi SAW disebutkan bahwa memberi kebahagiaan kepada seorang mukmintermasuk sedekah, lebih utama lagi jka kegembiraan tersebut diberikan kepada kedua orang tua kita
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut atau berbicara dengan perkataan yang mulia kepada orang tua
3. Tawaduk (rendah hati) atau tidak boleh bersikap sombong karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan orang tua kita
4. Memberi infak atau sedekah kepada kedua orang tua
5. mendoakan kedua orang tua sebagaimana ayat “rabbirhamhuma kama rabbayani shagira.” (Wahai Rabb-ku, kasihilah kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti ajaran Islam dengan benar atau berbuat syirik atau bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada mereka, meskipun dengan tidak mengikuti jalan mereka.
Apabila kedua orang tua telah meninggal, yang harus kita lakukan adalah memohon ampun untuk mereka kepada Allah SWT dan minta ampun dengan taubat nasuha bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya diwaktu mereka masih hidup, kemudian membayar hutang-hutangnya, selanjutnya melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syariat dan menyambung silaturahmi kepada teman atau kerabat mereka.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua yang berusia lanjut adlah kesempatan yang paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, mempermudah rezeki dan menjadi jembatan menuju surga. Oleh karena itu, sungguh rugi jika seorang anak menyia-nyiakan kesempatan yang paling berharga ini dengan mengabaikan orang tuanya sehingga menyebabkan dia tidak masuk surga.
C. Perilaku Optimis
Setiap manusai akan selalu diuji keimana dan kepribadiannya. Dengan segal keurangan dan kelebihan dirinya, manusia senantias menghadapi peluang dan tantangan. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia, kemudian ditambah dengan modal, potensi, kekuatan atau kelebihan dirinya, seringkali menimbulkan rasa optimis. Sebaliknya, apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai, biasanya seorang mudah merasa pesimis.
Optimis merupakan keyakinan diri dan salah satu sifat baik yang dianjurkan dalam Islam. Dengan sikap optimis, seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan, baik demi kehidupan di duni maupun dalam menghadapi kehidupan akhirat kelak. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat: lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah, dan janganlah pula kamu bersedi hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran : 139)
Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh stiap manusia, khusunya seorang muslim. Karena dengan optimis, seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan.
Hadis nabi Muhammad menyatakan.yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata, telah bersabda rasulullah SAW, mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan, beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat.” (HR Bukhari)
Dari ayat dan hadis tersebut diatas, kita harus yakin, mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala cita-cita yang sesuai dengan jalan-Nya. Allah tidak menyukaiorang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. Akan tetapi, optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan. Ia selalu merasa dalam ketidakberdayaan mengahadapi masa depan. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis.
Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut.
1. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu
2. Tata kembali target yang ingin kita capai
3. Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya.
4. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar
5. Langkah terakhir, kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan
6. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar
Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dan keberhasilan dalm hidup di dunia dan akhirat. Dengan adanya sikap optimisme dalam diri setiap muslim, kinerja untuk amal akan meningkat dan persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik. Doa, ihtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya denngan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. Maka, tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala, bersemangat, tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. (selanjutnya lihat QS Al Insyirah : 5-6, Al baqarah : 147, Az Zumar : 39 dan At Talaq : 2-3)
D. Perilaku Dinamis
Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak, tidak pernah diam, tidak statis. Seseornag yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapaui tujuannya. Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. Allah SWT berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda, bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An Nahl :
Melalui ayat tersebut, Allah telah mengisyaratkan kepada manusai untuk berfikir, merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan tekhnologi mutakhir dan menjadikan tekhnologi itu sebagai perhiaan, kebanggaan dan kemudahan bagi manusia. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “(1)Demi masa. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran, dan berwasiat dengan kesabaran.” (QS Al Asr : 1-3)
Di dalam ayat tersebut, Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Meskipun waktu itu sangat sempit, apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan, tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Firman Allah SWT. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “(Sesungguhya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. )Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. “ (QS Al Maarij :19-24)
Kesulitan yang dihadapi, bukan untuk ditakuti atau dihindari. Akan tetapi, kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. Allah SWT menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7)
Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Kebenaran itu adalah dari tuhanmu. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu.” (QS Al Baqarah : 147)
Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hair kemarin. Dan manusai yang buruk adalah manusia yang sama, bahkan lebih buruk dari hari kemarin. Maka berusahalah untuk menjadi manusai yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan.
E. Berpikir Kritis
Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusai memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusai mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. Orang yang tidak mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati, teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. Allah SWT senantias mengetahui apa yang tersimpan di dalam pikiran dan perbuatan hambanya, dan dia akan memberi balasan yang setimpaldengan hal tersebut, baik ataupun buruk
Proses berfikir dan semangat untuk terus mencari solusi atas suatu permasalahan merupakan sesuatu yang harus selalu dipelihara. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut
Setiap orang mempunyai pola pikir berbeda. Akan tetapi, apabila setiap orang mampu berpikir secra kritis, masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu, manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik, tentram dan mampu menjalani semua masalah sepelik apapunyang diberikan kepadanya.
Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Akan tetapi, mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan.
Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut.
1. Mengingat Allah setiap saat.
2. berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia
3. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia
4. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah
5. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami
6. Senang berbuat baik untuk sesama manusia
7. Rajin melaksanakan salat
8. meyakini akan adanya kehidupan akhirat
Beberpa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut.
1. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujarat : 6)
1. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan
2. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis
3. Berani menyampaiakn kebenaran meskipun berat dirasakan. Al Qur’an menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS Al Ahzab : 70) lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Asr : 3) lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maidah :
1. Bersikap cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniwi
2. kebencian terhadap suatu kaum tidak mendorongnya untuk tidak berbuat jujur atau tidak berlaku adil
3. Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri, sahabat dan kerabat.
4. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman, kemakmuran dan kebahagiaan. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya
F. Mengendalikan Diri
Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT, dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selam ia mampu diarahkan, tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Maka pernahkah engkau meelihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS Al Jasiyah : 23)
Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baikdan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah. Betapa tidak, karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. Mereka tidak takut kepada Allah, apalagi kepada sesamanya. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya
Orang yang menurut hawa nafsunya sangat dimurkai oleh Allah dan disamakan dosa dan bahayanya orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada dibumi.
Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.
1. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan
2. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam
3. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram
Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya, inilah yang disebut nafsu amarah. Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk , hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya, perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah . Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al Baqarah : 169
Allah berfirman dalam surat lainnya lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Yusuf : 53)
Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Muttafqun Alaih)
Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri
1. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain
2. Tidak iri dan dengki
3. Tidak sombong
4. Tidak kikir dan pelit
5. Tidak tamak
6. Tidak memfitnah
7. Tidak melakukan kejahatan
8. Ikhlas
9. Sabar
10. Suka berkorban
11. Pandai bersyukur
12. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan
13. mampu mengendalikan hawa nafsu
LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat
1. “Sesungguhya Allah menyukai orang yang tobat kepadanya dan dia menyukai ….”
a. orang-orang yang membersihkan dirinya
b. orang-orang yang bertaubat
c. orang-orang yang selalu ingat kepadanya
d. orang-orang yang beribadah
e. orang-orang yang memanfaatkan saudaranya
1. “Bahwasanya Allah menerima taubat hambanya selagi ia belum tercungap=cungap hendak mati.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh …
a. Bukhari
b. Ahmad
c. Muslim
d. At Turmuzi
e. Ibnu Majjah
1. “Wahai manusia, berotbatlah kepada Allah! Sesungguhnya ku bertaubat kepadanya sebanyak 100 kali dalam hari.” Kalimat tersebut adalah…
a. firman Allah SWT
b. ucapan para rasul
c. perkataan nabi Muhammad SAW
d. perkataan orang bijak
e. perkataan ulama
1. Yang tiak termasuk contoh sikpa optimis ialah …
a. benar
b. sabar
c. potensi
d. usaha
e. cepat
1. “Dan tidak lah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka …” ayat tersebut kita temui dalam surat …
a. An Nisa : 14
b. An Nisa : 15
c. An Nisa : 16
d. An Nisa : 17
e. An Nisa : 18
1. Tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan penyesalan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa disebut …
a. tobat biasa
b. tobat orang mukmin
c. tobat nasuha
d. tobat ustadz
e. tobat ulama
1. Yang tidak termasuk syarat tobat nasuha adalah …
a. menghentikan perbuatan dosa
b. menyesali perbuatan dosa
c. berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa
d. dilakukan kapan saja
e. mohon maaf kepada orang yang dirugikan
1. Kita selalu diperintahkan untuk bersikap optimis dalam segala hala sehingga yang kita cita-citakan dapat tercapai. “janganlah kamu bersifat lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya)…”
a. jika kamu orang-orang yang beruntung
b. jika kamu orang-orang yang mengetahui
c. jika kamu orang-orang yang berfikir
d. jika kamu orang yang bertakwa
e. jika kamu orang yang bertaubat
1. “Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua.” Hal ini Allah perlihatkan dalam kisah …
a. Malin Kundang
b. Alqamah
c. Batu menangis
d. Sangkuriang
e. Hindun
1. “Berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan dari pada kepada orang lain.” Hadis ini diriwayatkan oleh …
a. Bukhari
b. Muslim
c. Abu Daud
d. Ibnu hibban
e. Hakim
1. Seseorang dilarang untuk mematuhi orang tuanya apabila mereka menyuruh untuk …
a. menuntut ilmu pengetahuan
b. menikahi seseorang yanng tidak dicintai
c. membelanjakan harta di jalan Allah
d. menyekutukan Allah
e. melakukan perbuatan yang tidak disukai
1. Yang tidak termasuk perbuatan memuliakan orang tua adalah …
a. silaturahmi kepada orang tua
b. mengucapkan salam
c. melakukan perbuatan yang menyenangkan
d. melakukan salam
e. melakukan perbuatan yang dinginkan orangtua
1. Perilaku yang tidak termasuk kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, dapat kita temui dalam surah …
a. An Nisa : 38
b. An Nisa : 37
c. An Nisa : 36
d. An Nisa : 35
e. Al Humazah : 1-2
1. Orang-orang yang tidak menggunakanakalnya dimurkai Allah. Pernyataan Allah ini terdapat dalam surah …
a. Yunus : 100
b. Yunus : 101
c. Yunus : 102
d. Yunus : 103
e. Yunus : 104
1. Kata taubat berasal dari kata “ taba-yatubu” yang berarti…
1. berserah
2. pasrah
3. pulang
4. datang
5. hidayah
2. Menyesal dalam hati memohon ampun dengan lisan dan berjanji untuk tidak menglangi perbuatan dosa lagi merupakan tahapan yang harus dijalani bila kita menginginkan taubat kita diterima Allah swt .Taubah semacam ini disebut dengan taubat…
1. Nasiah
2. Hasanah
3. Nasuha
4. Magfirah
5. Wujubi
3. Kalimat tayibah yang khusus memohon ampun kepada Allah swt dari kesalahan dan dosa disebut dengan …
1. Dzikir
2. Tasbih
3. Takbir
4. Istigfar
5. Ta’audz
4. Rasa pengharapan adalah pengertian dari …
1. khauf
2. raja’
3. saja’ah
4. mahabbah
5. habibah
5. Merasa takut kepada Allah swt disebut…
1. mahabbah
2. raja’
3. taubah
4. khauf
5. amarah
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan pengertian tobat!
2. Sebutkan tiga syarat tobat nasuha!
3. Jelaskan kandungan surat at-tahrim : 8!
4. Tulislah surat almaidah ayat 39 dengan tulisan arab yang benar
5. Mengapa ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua? Jelaskan!
6. Sebutkan maksud surat Al Isra : 23-24!
7. Sebutkanlah lima keutamaan berbakti kepad orang tua
8. Apakah yang kamu ketahui mengenai optimis? Jelaskan!
9. Sebutkanlah maksud surat Ali Imran ayat 39!
10. Jelaskan yang dimaksud degan mengenali diri!
Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran, kedua adalah kematian, berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali, dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga, tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak.
Dalam menjalani kehidupan, seseorang tentu harus mempersiapkanbekal untuk hari kemudian. Bekalnya adalah iman, ilmu dan amal shaleh. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan, baik di dunia maupun diakhirat. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat, raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah), optimis, dinamis, mampu berfikir kritis, dan mampu mengendalikan diri. Bab ini secara khusus akan membahas sifat-sifat terpuji tersebut.
A. Bertobat
•
222. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[137] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci[138]. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
[137] maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh.
[138] ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar.
Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri.” (QS Al Baqarah : 222)
Tobat adalah proses menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan berupaya sekuat hati untuk tidak melakukannya kembali atau permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan (kekhilafan) dan atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya (keterangan selanjutnya lihat QS An Nur ; 31, Ali Imran : 90, An Nisa : 110, Al Maidah : 34 dan At Tahrim :
Hadis nabi Muhammad SAW yang artinya : “Sesungguhnya Allah menerimatobat hambanya selagi ia belum tercungak-cungak hendak mati (nyawanya berbalik-balik dikerongkongan).” (HR Ahmad)
1. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, diantaranya seperti hal-hal berikut.
1. Tidak memuliakan anak yatim piatu, tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin, memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20)
2. Bakhil, merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13)
3. Mengumpat, mencela, prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1, dan Al Hujurat : 11-13)
4. Tidak melaksanakan rukun Islam, terutama mendirikan salat
2. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat.
1. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Orang ini diampuni dosanya. lihat Al-qur,an on line di gogle
•
89. Kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan[211]. Karena Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[211] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Artinya :“Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.” (QS Ali Imran : 89)
1. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima lihat Al-qur,an on line di gogle
•
18. Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu Telah kami sediakan siksa yang pedih.
Artinya : “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih.” (QS An Nisa : 18
1. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim :
Tobat nasuha dapat dilakukan degan prose sebagai berikut.
1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53)
2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. (QS An Nas : 1-6, Al Falaq : 1-5, dan An Nahl : 98)
3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan, dengan sungguh-sungguh, sesuai keadaan, tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35, Hud : 112, Al Isra’ : 17-19, Al Anbiya : 90&37, Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25)
4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191), mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18), dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43)
5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30)
6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10)
7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22, Al Qasas : 4, Al Furqan : 69-71, At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7)
Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha, seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut.
1) Harus menghentikan perbuatan dosanya
2) Harus menyesalai perbuatannya
3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Dan mengganti dengan perbuatan yang baik, dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain, maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut
B. Mengharap Keridhaan Allah
Jalan yang hak dalam menggapai ridha Allah melalui orang tua adalah birul walidain. Birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tuamerupakan salah satu masalah yang penting dalam Islam. Di dalam Al Qur’an, setelah memerintahklan manusia untuk bertauhid kepadanya Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surah Al Isra : 23-24 Allah berfirman lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : (23) Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia. (24) Dan hendaklah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagai mana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS Al Isra : 23-24)
Keutamaan berbakti kepada orang tua dan pahalanya apabila kita melaksanakannya.
1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Hadis nabi Muhammad SAW dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Nabi SAW tenatang amal yang paling utama dan dicintai Allah. Nabi SAW menjawab, pertama salat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan salat diawal waktunya), kedua berbakti kepada orang tua, dan ketiga jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian jika ingin berbuat kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama diantaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada orang tua)
2. Rida Allah tergantung keridhaan orang tua. Ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dari Abadul Mufrad, Ibnu hibban, Ahkim dan At Tarmidzi
3. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu melalui cara beramal saleh. Ini menunjukkan bahwa melalui berbakti kepada orang tua yang pernah kita lakukan, dapat menghilangkan kesulitan. Banyak sekali kesulitan yang dialami seseorang karena berbuat durhakakepada kedua orang tua. Bagaimana beratnya orang tua kita yang telah bersusah payah megurus anak-anaknya. Walaupun si anak sudah bekerja sehari semalam atau hendak membalas dengan perbuatan apapun tidak akan pernah terbayar dengan jasa orang tua kita mengurs kita sewaktu kecil.
4. Dengan bersilaturahmi kepada orang tua, seseorang akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur sebagaimana dalam hadis dinyatakan.
Artinya : “Barang siapa yang suka diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)
Ketika bersilaturahmi, kita harus mendahulukan silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara kita yang sering bersilaturahmi kepada teman-temannya, tapi jarang atau bahkan tidak pernah bersilaturahmi kepada orang tuanya sendiri. Sesulit apapun keadaannya, kita harus tetap berusaha untuk bersilaturahmi kepada orang tua
5. Balasan berbakti kepada orang tua yaitu akan dimasukkan ke surga oleh Allah SWT. Selain itu, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka. Sebaliknya, dosa-dosa yang Allah segerakan azabnya didunia diantaranya adalah akibat berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua. (lihat QS Al Ankabut : 8, Maryam :12-15&30-34, Ibrahim : 40-41, Asy Syuara ; 87-88, dan An Nahl : 19)
Bentuk bentuk berbakti kepada orang tua, antara lain dapat dilakukan melalui cara berikut ini
1. Berakhlak baik kepada keduanya. Di dalam hadis nabi SAW disebutkan bahwa memberi kebahagiaan kepada seorang mukmintermasuk sedekah, lebih utama lagi jka kegembiraan tersebut diberikan kepada kedua orang tua kita
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut atau berbicara dengan perkataan yang mulia kepada orang tua
3. Tawaduk (rendah hati) atau tidak boleh bersikap sombong karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan orang tua kita
4. Memberi infak atau sedekah kepada kedua orang tua
5. mendoakan kedua orang tua sebagaimana ayat “rabbirhamhuma kama rabbayani shagira.” (Wahai Rabb-ku, kasihilah kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti ajaran Islam dengan benar atau berbuat syirik atau bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada mereka, meskipun dengan tidak mengikuti jalan mereka.
Apabila kedua orang tua telah meninggal, yang harus kita lakukan adalah memohon ampun untuk mereka kepada Allah SWT dan minta ampun dengan taubat nasuha bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya diwaktu mereka masih hidup, kemudian membayar hutang-hutangnya, selanjutnya melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syariat dan menyambung silaturahmi kepada teman atau kerabat mereka.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua yang berusia lanjut adlah kesempatan yang paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, mempermudah rezeki dan menjadi jembatan menuju surga. Oleh karena itu, sungguh rugi jika seorang anak menyia-nyiakan kesempatan yang paling berharga ini dengan mengabaikan orang tuanya sehingga menyebabkan dia tidak masuk surga.
C. Perilaku Optimis
Setiap manusai akan selalu diuji keimana dan kepribadiannya. Dengan segal keurangan dan kelebihan dirinya, manusia senantias menghadapi peluang dan tantangan. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia, kemudian ditambah dengan modal, potensi, kekuatan atau kelebihan dirinya, seringkali menimbulkan rasa optimis. Sebaliknya, apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai, biasanya seorang mudah merasa pesimis.
Optimis merupakan keyakinan diri dan salah satu sifat baik yang dianjurkan dalam Islam. Dengan sikap optimis, seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan, baik demi kehidupan di duni maupun dalam menghadapi kehidupan akhirat kelak. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat: lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah, dan janganlah pula kamu bersedi hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran : 139)
Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh stiap manusia, khusunya seorang muslim. Karena dengan optimis, seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan.
Hadis nabi Muhammad menyatakan.yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata, telah bersabda rasulullah SAW, mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan, beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat.” (HR Bukhari)
Dari ayat dan hadis tersebut diatas, kita harus yakin, mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala cita-cita yang sesuai dengan jalan-Nya. Allah tidak menyukaiorang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. Akan tetapi, optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan. Ia selalu merasa dalam ketidakberdayaan mengahadapi masa depan. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis.
Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut.
1. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu
2. Tata kembali target yang ingin kita capai
3. Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya.
4. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar
5. Langkah terakhir, kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan
6. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar
Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dan keberhasilan dalm hidup di dunia dan akhirat. Dengan adanya sikap optimisme dalam diri setiap muslim, kinerja untuk amal akan meningkat dan persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik. Doa, ihtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya denngan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. Maka, tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala, bersemangat, tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. (selanjutnya lihat QS Al Insyirah : 5-6, Al baqarah : 147, Az Zumar : 39 dan At Talaq : 2-3)
D. Perilaku Dinamis
Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak, tidak pernah diam, tidak statis. Seseornag yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapaui tujuannya. Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. Allah SWT berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda, bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An Nahl :
Melalui ayat tersebut, Allah telah mengisyaratkan kepada manusai untuk berfikir, merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan tekhnologi mutakhir dan menjadikan tekhnologi itu sebagai perhiaan, kebanggaan dan kemudahan bagi manusia. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “(1)Demi masa. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran, dan berwasiat dengan kesabaran.” (QS Al Asr : 1-3)
Di dalam ayat tersebut, Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Meskipun waktu itu sangat sempit, apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan, tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Firman Allah SWT. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “(Sesungguhya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. )Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. “ (QS Al Maarij :19-24)
Kesulitan yang dihadapi, bukan untuk ditakuti atau dihindari. Akan tetapi, kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. Allah SWT menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7)
Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Kebenaran itu adalah dari tuhanmu. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu.” (QS Al Baqarah : 147)
Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hair kemarin. Dan manusai yang buruk adalah manusia yang sama, bahkan lebih buruk dari hari kemarin. Maka berusahalah untuk menjadi manusai yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan.
E. Berpikir Kritis
Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusai memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusai mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. Orang yang tidak mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati, teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. Allah SWT senantias mengetahui apa yang tersimpan di dalam pikiran dan perbuatan hambanya, dan dia akan memberi balasan yang setimpaldengan hal tersebut, baik ataupun buruk
Proses berfikir dan semangat untuk terus mencari solusi atas suatu permasalahan merupakan sesuatu yang harus selalu dipelihara. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut
Setiap orang mempunyai pola pikir berbeda. Akan tetapi, apabila setiap orang mampu berpikir secra kritis, masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu, manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik, tentram dan mampu menjalani semua masalah sepelik apapunyang diberikan kepadanya.
Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Akan tetapi, mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan.
Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut.
1. Mengingat Allah setiap saat.
2. berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia
3. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia
4. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah
5. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami
6. Senang berbuat baik untuk sesama manusia
7. Rajin melaksanakan salat
8. meyakini akan adanya kehidupan akhirat
Beberpa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut.
1. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujarat : 6)
1. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan
2. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis
3. Berani menyampaiakn kebenaran meskipun berat dirasakan. Al Qur’an menyatakan lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS Al Ahzab : 70) lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Asr : 3) lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maidah :
1. Bersikap cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniwi
2. kebencian terhadap suatu kaum tidak mendorongnya untuk tidak berbuat jujur atau tidak berlaku adil
3. Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri, sahabat dan kerabat.
4. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman, kemakmuran dan kebahagiaan. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya
F. Mengendalikan Diri
Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT, dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selam ia mampu diarahkan, tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Maka pernahkah engkau meelihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS Al Jasiyah : 23)
Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baikdan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah. Betapa tidak, karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. Mereka tidak takut kepada Allah, apalagi kepada sesamanya. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya
Orang yang menurut hawa nafsunya sangat dimurkai oleh Allah dan disamakan dosa dan bahayanya orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada dibumi.
Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.
1. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan
2. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam
3. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram
Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya, inilah yang disebut nafsu amarah. Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk , hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya, perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah . Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman. lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al Baqarah : 169
Allah berfirman dalam surat lainnya lihat Al-qur,an on line di gogle
Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Yusuf : 53)
Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Muttafqun Alaih)
Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri
1. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain
2. Tidak iri dan dengki
3. Tidak sombong
4. Tidak kikir dan pelit
5. Tidak tamak
6. Tidak memfitnah
7. Tidak melakukan kejahatan
8. Ikhlas
9. Sabar
10. Suka berkorban
11. Pandai bersyukur
12. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan
13. mampu mengendalikan hawa nafsu
LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat
1. “Sesungguhya Allah menyukai orang yang tobat kepadanya dan dia menyukai ….”
a. orang-orang yang membersihkan dirinya
b. orang-orang yang bertaubat
c. orang-orang yang selalu ingat kepadanya
d. orang-orang yang beribadah
e. orang-orang yang memanfaatkan saudaranya
1. “Bahwasanya Allah menerima taubat hambanya selagi ia belum tercungap=cungap hendak mati.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh …
a. Bukhari
b. Ahmad
c. Muslim
d. At Turmuzi
e. Ibnu Majjah
1. “Wahai manusia, berotbatlah kepada Allah! Sesungguhnya ku bertaubat kepadanya sebanyak 100 kali dalam hari.” Kalimat tersebut adalah…
a. firman Allah SWT
b. ucapan para rasul
c. perkataan nabi Muhammad SAW
d. perkataan orang bijak
e. perkataan ulama
1. Yang tiak termasuk contoh sikpa optimis ialah …
a. benar
b. sabar
c. potensi
d. usaha
e. cepat
1. “Dan tidak lah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka …” ayat tersebut kita temui dalam surat …
a. An Nisa : 14
b. An Nisa : 15
c. An Nisa : 16
d. An Nisa : 17
e. An Nisa : 18
1. Tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan penyesalan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa disebut …
a. tobat biasa
b. tobat orang mukmin
c. tobat nasuha
d. tobat ustadz
e. tobat ulama
1. Yang tidak termasuk syarat tobat nasuha adalah …
a. menghentikan perbuatan dosa
b. menyesali perbuatan dosa
c. berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa
d. dilakukan kapan saja
e. mohon maaf kepada orang yang dirugikan
1. Kita selalu diperintahkan untuk bersikap optimis dalam segala hala sehingga yang kita cita-citakan dapat tercapai. “janganlah kamu bersifat lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya)…”
a. jika kamu orang-orang yang beruntung
b. jika kamu orang-orang yang mengetahui
c. jika kamu orang-orang yang berfikir
d. jika kamu orang yang bertakwa
e. jika kamu orang yang bertaubat
1. “Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua.” Hal ini Allah perlihatkan dalam kisah …
a. Malin Kundang
b. Alqamah
c. Batu menangis
d. Sangkuriang
e. Hindun
1. “Berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan dari pada kepada orang lain.” Hadis ini diriwayatkan oleh …
a. Bukhari
b. Muslim
c. Abu Daud
d. Ibnu hibban
e. Hakim
1. Seseorang dilarang untuk mematuhi orang tuanya apabila mereka menyuruh untuk …
a. menuntut ilmu pengetahuan
b. menikahi seseorang yanng tidak dicintai
c. membelanjakan harta di jalan Allah
d. menyekutukan Allah
e. melakukan perbuatan yang tidak disukai
1. Yang tidak termasuk perbuatan memuliakan orang tua adalah …
a. silaturahmi kepada orang tua
b. mengucapkan salam
c. melakukan perbuatan yang menyenangkan
d. melakukan salam
e. melakukan perbuatan yang dinginkan orangtua
1. Perilaku yang tidak termasuk kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain, dapat kita temui dalam surah …
a. An Nisa : 38
b. An Nisa : 37
c. An Nisa : 36
d. An Nisa : 35
e. Al Humazah : 1-2
1. Orang-orang yang tidak menggunakanakalnya dimurkai Allah. Pernyataan Allah ini terdapat dalam surah …
a. Yunus : 100
b. Yunus : 101
c. Yunus : 102
d. Yunus : 103
e. Yunus : 104
1. Kata taubat berasal dari kata “ taba-yatubu” yang berarti…
1. berserah
2. pasrah
3. pulang
4. datang
5. hidayah
2. Menyesal dalam hati memohon ampun dengan lisan dan berjanji untuk tidak menglangi perbuatan dosa lagi merupakan tahapan yang harus dijalani bila kita menginginkan taubat kita diterima Allah swt .Taubah semacam ini disebut dengan taubat…
1. Nasiah
2. Hasanah
3. Nasuha
4. Magfirah
5. Wujubi
3. Kalimat tayibah yang khusus memohon ampun kepada Allah swt dari kesalahan dan dosa disebut dengan …
1. Dzikir
2. Tasbih
3. Takbir
4. Istigfar
5. Ta’audz
4. Rasa pengharapan adalah pengertian dari …
1. khauf
2. raja’
3. saja’ah
4. mahabbah
5. habibah
5. Merasa takut kepada Allah swt disebut…
1. mahabbah
2. raja’
3. taubah
4. khauf
5. amarah
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan pengertian tobat!
2. Sebutkan tiga syarat tobat nasuha!
3. Jelaskan kandungan surat at-tahrim : 8!
4. Tulislah surat almaidah ayat 39 dengan tulisan arab yang benar
5. Mengapa ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua? Jelaskan!
6. Sebutkan maksud surat Al Isra : 23-24!
7. Sebutkanlah lima keutamaan berbakti kepad orang tua
8. Apakah yang kamu ketahui mengenai optimis? Jelaskan!
9. Sebutkanlah maksud surat Ali Imran ayat 39!
10. Jelaskan yang dimaksud degan mengenali diri!
TATA KRAMA DAN MENGHARAGAI ORANG LAIN
TATA KRAMA DAN MENGHARAGAI ORANG LAIN
Sebagai muslim yang baik, kita tidka boleh melakukan perbuatan apapun yang sifatnya merendahkan, mengejek dan menghina orang lain baik dari segi kepribadiannya, karyanya, postur tubuhnya maupun keadaan sosialnya. Karena penghinaan, celaan, apalai merendahkan akan memunculkan perasaan sakit hati dan dendam. Oleh karena itu, setiap individu muslim hendaknya berusah sekuat kemampuan unnutk menahan dari dari sikap yang membuat orang lain merasa direndahkan. Manusia yang baik adalah mereka yang selalu memperhatikan dan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang tidak mampu atau lemah disekitarnya. Inilah ajaran yang telah dijelaskan oelh rasulullah SAW
ﺧﻴﺭﺍﻟﻨﺎﺲ ﻤﻦ ﻳﻨﻔﻊ ﻠﻠﻨﺎ ﺱ (ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺗﻔﻕ ﻋﻠﻴﻪ)
Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepaa manusia lain.” (HR Muttafaqun Alaih)
A. Perduli Terhadap Orang Lain.
Dalam Al Qur’an surat Al Fath ayat 29, Allah menerangkan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya dan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang bersama mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa nabi diutus kepada semua umat manusia dalam rangka memberi peringatan dan kabar gembira, menerangi kehidupan manusia yang dulunya berada dalam kebodohan agar mereka tidak lagi berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. Sebagai contoh, pada zaman jahiliyah, khusunya pada kaum quraisy yang dianggap penguasa, sedangkan orang miskin dan lemah dianggap sebagai budak. Hukum ketika itu bersifat ekslusif dan melindungi orang-orang tertentu saja sehingga orang-orang kuat menindas orang-orang lemah.
Allah mengutus rasulullah SAW untuk mengembalikan hak-hak dan martabat m,anusia yang rusak. Rasulullah memulai kembali dengan menata perilaku seluruh umatnya yang selama ini terjebak dalam kejahiliyahan dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia yang mulia. Orang-orang yang kuat selalu diarahkan untuk berlemah lembut dan mengasihi orang yang lemah, membantu dan melindungi mereka. Manusia dianggap sama keberadaanya di hadapan Allah yang membedakannya hanyalah ketakwaanya. Dengan demikian, kita sebagai generasi penerus muslim hendaknya turut mengasah kepekaan terhadap orang yang lemah atau duafa dengan mengikuti sifat kasih sayang dan lemah lembut yang telah diteladankan oleh rasulullah SAW
ﻮﺍﷲ ﻔﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﻟﻌﺒﺩ ﻤﺎ ﻜﺎﻥ ﺍﻠﻌﺒﺩ ﻔﻲ ﻋﻮﻥ ﺃﺧﻳﻪ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻠﺷﻴﺧﺎﻦ)
Artinya :“Allah itu senantiasa menolong hambanya, selagi hambanya itu menolong saudaranya.” (HR Asy Syaikhan).
ﻤﺛﻞ ﺍﻟﺨﺴﺪ ﺍﺬ ﺍﺷﺘﻜﻰ ﻤﻨﻪ ﻋﻀﻭ ﺘﺪﺍﻋﻰ ﻟﻪ ﺴﺎﺋﺮﺍﻠﺨﺴﺪ ﺒﺎ ﻠﺴﻬﺮ ﻮ ﺍﻠﺤﻤﻰ (ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺭﻯ)
Artinya : “Perumpamaan seorang mukmin itu (dalam kasih sayang mereka, lemah lembutnya, dan rasa cinta mereka) bagaikan satu jasad atau badan yang apabila sakit salah satu anggota tubuhnya maka seluruh tubuhnya merasakan sakitnya.” (HR Bukhari)
B. Menghargai Karya Orang Lain
Menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karena hasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin diharagai.
Hadits yang nabi Muhammad yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi)
Menghormati dan menghargai karya orang lain harus dilakukan tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karya merupakan pencerminan pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatau sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya
Islam sangat menganjurkan umatnya agar saling menghargai satu sama lain. Sikap menghargai terhadap orang lain tentu didasari oleh jiwa yang santun atau al hilmu yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luar dirinya. Kemampuan tersebut harus dilatih terlebih dahulu untuk mendidik jiwa manusia sehingga mampu bersikap penyantun. Seperti contoh, ketika bersama-sama menghadapi persoalan tertentu, seseorang harus berusaha saling memberi dan menerima saran, pendapat atau nasehat dari orang lain yang pada awalnya pasti akan terasa sulit. Sikap dan perilaku ini akan terwujud bila pribadi seseorang telah mapu menekan ego pribadinya melalui pembiasaan dan pengasahan rasa empati melaui pendidikan akhlak.
ﺘﺑﺴﻤﻚ ﻔﻲ ﻮﺠﻪ ﺍﺨﻳﻚ ﻠﻙ ﺻﺪﻗﺔ ﴿ﺮﻮﺍﻩﺍﻠﺷﻳﺧﺎﻦ﴾
Artinya : “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah” (HR Asy Syaikhan)
Kita tidak dapat mengingkari bahwa keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah dan santai tapi dengan perjuangan yang gigih, ulet, rajin dan tekun serta dengan resiko yang menyertainya. Oleh karena itu, kita patut memberikan penghargaan atas jerih payah tersebut. Isyarat mengenai keharusan seseorang bersungguh-sungguh dalam berkarya dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut.
Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7) lihat al-Qur’an online di Goole,
Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil karya orang lain adalah dengan tiak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai. Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat, kedudukan , derajat, martabat, status, warna kulit dan pekerjaan orang tersebut.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat
1.
1. Kepedulian terhadap kaum duafa dapat membentuk sifat sebagai berikut, kecuali …
a. persatuan
b. persaudaraan
c. kasih sayang
d. perdamaian
e. permasalahan
1.
1. sebagai muslim, kita wajib menjalankan agama secara kaffah atau menyeluruh karena kelak akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan kita. Oleh karena itu, tugas utama seorang muslim…
a. menjalankan ajaran agamanya
b. bertakwa
c. mempelajari Al Qur’an dan hadis secara istiqomah
d. berbuat kebaikan terhadap sesama manusia
e. ramah tamah kepada siapapun
1.
1. Arti kata ta’awun adalah …
a. tolong menolong
b. antara sesama manusia
c. kebajikan
d. sesama makhluk
e. sifat manusia
1.
1. “ Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” adalah arti surah al Maidah ayat 2 yang merupakan konsep dasar dari …
a. gerakan reformasi total
b. politik Islam
c. negara Islam
d. ekonomi Islam
e. hubungan antara sesama manusia
1.
1. Kata al birr mengandung arti ….
a. tolong menolonglah
b. berbuatlah sesukamu
c. beruntung
d. barang siapa berbuat kebajikan
e. rajin
1.
1. “Bersiap baiklah kepada tetanggamu walaupun tetangga itu orang …” (HR Bukhari dan Muslim)
a. munafik
b. kafir
c. takwa
d. egois
e. setia
1.
1. Manusia mendapatkan predikat makhluk paling mulia di sisi Allah karena ..
a. rupanya
b. pangkatnya
c. hartanya
d. takwanya
e. ilmunya
1.
1. Meskipun kaya raya, sangat pandai dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi, namun manusia tidak dapat merasa bahagia bila hidup sendiri. Hal tersebut karena manusia ditakdirkan oleh Allah sebagai …
a. makhluk individu
b. makhluk sosial
c. makhluk mati
d. makhluk hidup
e. makhluk Allah\
1.
1. Cara menghargai hasil karya orang lain antara lain dengan …
a. memberi tanggapan dan koreksi
b. tidak mencela
c. membiarkan saja
d. kesabaran
e. sifat pemaaf
1.
1. Selalu berfikir positif dan menghargai karya orang lain merupakan manifestasi dari seseorang yang memiliki …
a. kerendahan hati
b. akhlakul karimah
c. kekayaan harta
d. kesabaran
e. sifat pemaaf
1.
1. Setelah kesulitan itu ada kemudahan. Pernyataan berikut terdapat dalam Al Qur’an surat
a. Al Insyirah : 7
b. Al Baqarah : 10
c. At Takasur : 3
d. Al Fath : 11
e. Al Fatir : 14
1.
1. Tawakal adalah bekerja dan ….
a. mencapai hasil sesuai dengan pekerjaan itu
b. tanpa memikirkan hasil yang akan diperoleh
c. berdoa terus siang dan malam
d. tidak mengenal lelah sampai berhasil
e. menyerahkan hasilnya kepada Allah
1.
1. Intisari dari surat Al Maidah : 2 bahwa kesetiakawanan sosial dapat diwuudkan dengan cara …
a. saling tolong menolong
b. saling mengasihi
c. saling memberi
d. saling melindungi
e. saling menasehati
1.
1. Ukhuwah islamiyah terbentuk berdasarkan unsur di bawah ini, kecuali …
a. takwa kepada Allah
b. tolong menolong
c. saling menghormati
d. persamaan hak
e. saling membenci
1.
1. Sikap mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri telah dicontohkan rasulullah pada saat …
a. Perjanjian Hudaibiyah
b. Fathul Makkah
c. Piagam Medinah
d. Haji Wada
e. Hijrah
16. Pekerjaan yang baik akan dinilai oleh Allah berdasarkan ….. yang baik.
a. niat
b. usaha
c. kegiatan
d. rencana
e. penilaian
1.
1. Dalam Al Qur’an adalah kata berjihad artinya….
a. bersungguh-sungguh
b. bersusah payah
c. membanting tulang
d. berperang
e. berani bunuh diri
1.
1. Seseorang yang berniat haruslah dengan ikhlas, pengertian ikhlas ialah….
a. mengerjakan sesuatu berdasarkan ilmu
b. mengerjakan sesuatu berdasarkan keyakinan
c. mengerjakan sesuatu berdasarkan kepatuhan
d. mengerjakan sesuatu hanya karena Allah
e. mengerjakan sesuatu karena terpaksa
1.
1. Mengerjakan sesuatu karena Allah swt semata disebut….
a. ikhlas
b. taat
c. tawakkal
d. qonaah
e. patuh
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan kaum lemah!
2. Apakah bantuan yang dapat diberikan kepada kaum lemah?
3. Tuliskan hadis yang bermakna Allah itu senantiasa menolong hambanya selagi hambanya menolong saudaranya!
4. Jelaskan maksud hadis yang berbunyi, sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepada orang lain!
5. Apakah maksud dari menghargai karya orang lain?
6. Apakah yang dimaksud dengan berkarya?
7. Sebutkanlah perilaku yang mencerminkan sikap menghargai hasil karya orang lain!
8. Bagaimana perangai Ali bin Abi Thalib berkaitan dengan kaum lemah?
9. Sebutkanlah kandungan surah An Nisa ayat 36!
10. sebutkanlah jenis nafkah yang diberikan kepada kaum lemah!
Sebagai muslim yang baik, kita tidka boleh melakukan perbuatan apapun yang sifatnya merendahkan, mengejek dan menghina orang lain baik dari segi kepribadiannya, karyanya, postur tubuhnya maupun keadaan sosialnya. Karena penghinaan, celaan, apalai merendahkan akan memunculkan perasaan sakit hati dan dendam. Oleh karena itu, setiap individu muslim hendaknya berusah sekuat kemampuan unnutk menahan dari dari sikap yang membuat orang lain merasa direndahkan. Manusia yang baik adalah mereka yang selalu memperhatikan dan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang tidak mampu atau lemah disekitarnya. Inilah ajaran yang telah dijelaskan oelh rasulullah SAW
ﺧﻴﺭﺍﻟﻨﺎﺲ ﻤﻦ ﻳﻨﻔﻊ ﻠﻠﻨﺎ ﺱ (ﺮﻮﺍﻩ ﻤﺗﻔﻕ ﻋﻠﻴﻪ)
Artinya : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepaa manusia lain.” (HR Muttafaqun Alaih)
A. Perduli Terhadap Orang Lain.
Dalam Al Qur’an surat Al Fath ayat 29, Allah menerangkan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya dan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang bersama mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa nabi diutus kepada semua umat manusia dalam rangka memberi peringatan dan kabar gembira, menerangi kehidupan manusia yang dulunya berada dalam kebodohan agar mereka tidak lagi berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. Sebagai contoh, pada zaman jahiliyah, khusunya pada kaum quraisy yang dianggap penguasa, sedangkan orang miskin dan lemah dianggap sebagai budak. Hukum ketika itu bersifat ekslusif dan melindungi orang-orang tertentu saja sehingga orang-orang kuat menindas orang-orang lemah.
Allah mengutus rasulullah SAW untuk mengembalikan hak-hak dan martabat m,anusia yang rusak. Rasulullah memulai kembali dengan menata perilaku seluruh umatnya yang selama ini terjebak dalam kejahiliyahan dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia yang mulia. Orang-orang yang kuat selalu diarahkan untuk berlemah lembut dan mengasihi orang yang lemah, membantu dan melindungi mereka. Manusia dianggap sama keberadaanya di hadapan Allah yang membedakannya hanyalah ketakwaanya. Dengan demikian, kita sebagai generasi penerus muslim hendaknya turut mengasah kepekaan terhadap orang yang lemah atau duafa dengan mengikuti sifat kasih sayang dan lemah lembut yang telah diteladankan oleh rasulullah SAW
ﻮﺍﷲ ﻔﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﻟﻌﺒﺩ ﻤﺎ ﻜﺎﻥ ﺍﻠﻌﺒﺩ ﻔﻲ ﻋﻮﻥ ﺃﺧﻳﻪ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻠﺷﻴﺧﺎﻦ)
Artinya :“Allah itu senantiasa menolong hambanya, selagi hambanya itu menolong saudaranya.” (HR Asy Syaikhan).
ﻤﺛﻞ ﺍﻟﺨﺴﺪ ﺍﺬ ﺍﺷﺘﻜﻰ ﻤﻨﻪ ﻋﻀﻭ ﺘﺪﺍﻋﻰ ﻟﻪ ﺴﺎﺋﺮﺍﻠﺨﺴﺪ ﺒﺎ ﻠﺴﻬﺮ ﻮ ﺍﻠﺤﻤﻰ (ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺭﻯ)
Artinya : “Perumpamaan seorang mukmin itu (dalam kasih sayang mereka, lemah lembutnya, dan rasa cinta mereka) bagaikan satu jasad atau badan yang apabila sakit salah satu anggota tubuhnya maka seluruh tubuhnya merasakan sakitnya.” (HR Bukhari)
B. Menghargai Karya Orang Lain
Menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karena hasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin diharagai.
Hadits yang nabi Muhammad yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi)
Menghormati dan menghargai karya orang lain harus dilakukan tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karya merupakan pencerminan pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatau sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya
Islam sangat menganjurkan umatnya agar saling menghargai satu sama lain. Sikap menghargai terhadap orang lain tentu didasari oleh jiwa yang santun atau al hilmu yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luar dirinya. Kemampuan tersebut harus dilatih terlebih dahulu untuk mendidik jiwa manusia sehingga mampu bersikap penyantun. Seperti contoh, ketika bersama-sama menghadapi persoalan tertentu, seseorang harus berusaha saling memberi dan menerima saran, pendapat atau nasehat dari orang lain yang pada awalnya pasti akan terasa sulit. Sikap dan perilaku ini akan terwujud bila pribadi seseorang telah mapu menekan ego pribadinya melalui pembiasaan dan pengasahan rasa empati melaui pendidikan akhlak.
ﺘﺑﺴﻤﻚ ﻔﻲ ﻮﺠﻪ ﺍﺨﻳﻚ ﻠﻙ ﺻﺪﻗﺔ ﴿ﺮﻮﺍﻩﺍﻠﺷﻳﺧﺎﻦ﴾
Artinya : “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah” (HR Asy Syaikhan)
Kita tidak dapat mengingkari bahwa keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah dan santai tapi dengan perjuangan yang gigih, ulet, rajin dan tekun serta dengan resiko yang menyertainya. Oleh karena itu, kita patut memberikan penghargaan atas jerih payah tersebut. Isyarat mengenai keharusan seseorang bersungguh-sungguh dalam berkarya dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut.
Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7) lihat al-Qur’an online di Goole,
Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil karya orang lain adalah dengan tiak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai. Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat, kedudukan , derajat, martabat, status, warna kulit dan pekerjaan orang tersebut.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban paling tepat
1.
1. Kepedulian terhadap kaum duafa dapat membentuk sifat sebagai berikut, kecuali …
a. persatuan
b. persaudaraan
c. kasih sayang
d. perdamaian
e. permasalahan
1.
1. sebagai muslim, kita wajib menjalankan agama secara kaffah atau menyeluruh karena kelak akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan kita. Oleh karena itu, tugas utama seorang muslim…
a. menjalankan ajaran agamanya
b. bertakwa
c. mempelajari Al Qur’an dan hadis secara istiqomah
d. berbuat kebaikan terhadap sesama manusia
e. ramah tamah kepada siapapun
1.
1. Arti kata ta’awun adalah …
a. tolong menolong
b. antara sesama manusia
c. kebajikan
d. sesama makhluk
e. sifat manusia
1.
1. “ Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” adalah arti surah al Maidah ayat 2 yang merupakan konsep dasar dari …
a. gerakan reformasi total
b. politik Islam
c. negara Islam
d. ekonomi Islam
e. hubungan antara sesama manusia
1.
1. Kata al birr mengandung arti ….
a. tolong menolonglah
b. berbuatlah sesukamu
c. beruntung
d. barang siapa berbuat kebajikan
e. rajin
1.
1. “Bersiap baiklah kepada tetanggamu walaupun tetangga itu orang …” (HR Bukhari dan Muslim)
a. munafik
b. kafir
c. takwa
d. egois
e. setia
1.
1. Manusia mendapatkan predikat makhluk paling mulia di sisi Allah karena ..
a. rupanya
b. pangkatnya
c. hartanya
d. takwanya
e. ilmunya
1.
1. Meskipun kaya raya, sangat pandai dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi, namun manusia tidak dapat merasa bahagia bila hidup sendiri. Hal tersebut karena manusia ditakdirkan oleh Allah sebagai …
a. makhluk individu
b. makhluk sosial
c. makhluk mati
d. makhluk hidup
e. makhluk Allah\
1.
1. Cara menghargai hasil karya orang lain antara lain dengan …
a. memberi tanggapan dan koreksi
b. tidak mencela
c. membiarkan saja
d. kesabaran
e. sifat pemaaf
1.
1. Selalu berfikir positif dan menghargai karya orang lain merupakan manifestasi dari seseorang yang memiliki …
a. kerendahan hati
b. akhlakul karimah
c. kekayaan harta
d. kesabaran
e. sifat pemaaf
1.
1. Setelah kesulitan itu ada kemudahan. Pernyataan berikut terdapat dalam Al Qur’an surat
a. Al Insyirah : 7
b. Al Baqarah : 10
c. At Takasur : 3
d. Al Fath : 11
e. Al Fatir : 14
1.
1. Tawakal adalah bekerja dan ….
a. mencapai hasil sesuai dengan pekerjaan itu
b. tanpa memikirkan hasil yang akan diperoleh
c. berdoa terus siang dan malam
d. tidak mengenal lelah sampai berhasil
e. menyerahkan hasilnya kepada Allah
1.
1. Intisari dari surat Al Maidah : 2 bahwa kesetiakawanan sosial dapat diwuudkan dengan cara …
a. saling tolong menolong
b. saling mengasihi
c. saling memberi
d. saling melindungi
e. saling menasehati
1.
1. Ukhuwah islamiyah terbentuk berdasarkan unsur di bawah ini, kecuali …
a. takwa kepada Allah
b. tolong menolong
c. saling menghormati
d. persamaan hak
e. saling membenci
1.
1. Sikap mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri telah dicontohkan rasulullah pada saat …
a. Perjanjian Hudaibiyah
b. Fathul Makkah
c. Piagam Medinah
d. Haji Wada
e. Hijrah
16. Pekerjaan yang baik akan dinilai oleh Allah berdasarkan ….. yang baik.
a. niat
b. usaha
c. kegiatan
d. rencana
e. penilaian
1.
1. Dalam Al Qur’an adalah kata berjihad artinya….
a. bersungguh-sungguh
b. bersusah payah
c. membanting tulang
d. berperang
e. berani bunuh diri
1.
1. Seseorang yang berniat haruslah dengan ikhlas, pengertian ikhlas ialah….
a. mengerjakan sesuatu berdasarkan ilmu
b. mengerjakan sesuatu berdasarkan keyakinan
c. mengerjakan sesuatu berdasarkan kepatuhan
d. mengerjakan sesuatu hanya karena Allah
e. mengerjakan sesuatu karena terpaksa
1.
1. Mengerjakan sesuatu karena Allah swt semata disebut….
a. ikhlas
b. taat
c. tawakkal
d. qonaah
e. patuh
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan kaum lemah!
2. Apakah bantuan yang dapat diberikan kepada kaum lemah?
3. Tuliskan hadis yang bermakna Allah itu senantiasa menolong hambanya selagi hambanya menolong saudaranya!
4. Jelaskan maksud hadis yang berbunyi, sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepada orang lain!
5. Apakah maksud dari menghargai karya orang lain?
6. Apakah yang dimaksud dengan berkarya?
7. Sebutkanlah perilaku yang mencerminkan sikap menghargai hasil karya orang lain!
8. Bagaimana perangai Ali bin Abi Thalib berkaitan dengan kaum lemah?
9. Sebutkanlah kandungan surah An Nisa ayat 36!
10. sebutkanlah jenis nafkah yang diberikan kepada kaum lemah!
ISYRAF, TABZIR, GHIBAH DAN FITNAH
ISYRAF, TABZIR, GHIBAH DAN FITNAH
Pengertian Isyraf, Yang dimaksud dengan isyraf ialah sutu sikap jiwa yang memperturutkan keinginan yang melebihi semestinya. Seperti makan terlalu kenyang, berpakaian terlalu dalam menybabkan menyapu lantai atau tanah, Menguber hawa nafsu yang berlebihan, sehingga dapat melanggar norma-norma Susila, agama, dan hukum.lihat al-Qur’an online di google
Artinya:”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
2. Pengertian Tabzir
Yang dimaksud dengan tabzir ialah menggunakan/ membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros. Alah menganggap orang tersebut sebagai temannya syetan. Allah berfirman.lihat al-Qur’an online di google
Artinya:” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 26-27)
3. Pengertian Ghibah.
Ghibah ialah mempergunjingkan orang lain tentang aib lain atau sesuatu yang apabila didengar oleh orang dibicarakan dia akan benci. Dalam sebuah ayat Allah menggambarkan laksana orang memakan daging saudara yang sudah mati. Allah berfirman. .lihat al-Qur’an online di google
.Artinya :” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”( QS. Al Hujurat : 12)
1. Pengertian Fitnah.
Fitnah adalah suatu sipat yang tercela , suatu usaha seseorang untuk mencemarkan nama baik seseorang, sehingga orang yang tidak mengerti persoalan menganggap bahwa fitnah itu benar. Sehingga opini masyarakat akan negative kepada kelompok atau seseorang yang kena fitnah tersebut. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan . .lihat al-Qur’an online di google
Artinya:”Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”( QS Al Baqarah : 192-193 )
LATIHAN
1. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu huruf a,b,c,d dan e pada jawaban yang paling tepat !
1. Sesungguhnya orang-orang boros itu saudaranya setan. Pernyataan tersebut terdapat dalam Al Qur’an surat …
a. Al Isra : 26
b. Al Isra : 27
c. Al Isra : 28
d. Al Isra : 29
e. Al Isra : 30
2. Dalam Al Qur’an surat … Allah SWT melarang umat manusia menghamburkan harta
a. Al Baqarah : 12
b. Ali Imran : 14
c. Al Maidah : 20
d. Al Isra : 26
e. An Nur : 30
3. Pada surat Al Isra : 27 terdapat hukum bacaan alif lam syamsiah sebanyak … buah
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
6. Pernyataan bahwa setan itu ingkar kepada tuhannya terdapat dalam Al Qur’an surat …
a. At Taubah : 37
b. Al Furqan : 52
c. Al Maidah ; 70
d. Al Isra : 27
e. An Nisa : 45
7. Hukum bacaan alif laam qamariyah pada surat Al Isra : 26 berjumlah … buah
a. satu
b. dua
c. tiga
d. empat
e. lima
8. Pernyataan-pernyataan berikut ini benar, kecuali ….
a. Orang yang boros itu saudaranya setan
b. Orang yang harus dibantu pertama kali adalah keluarga dekat
c. Manusia diperintahkan untuk menghambur-hamburkan harta.
d. Makhluk yang ingkar adalah setan
e. Manusia harus saling tolong menolong.
9. Pernyataan-pernyataan berikut ini adalah salah, kecuali …
a. Membelanjakan harta berlebihan pertintah Allah
b. Kita harus menyantuni orang-orang yang boros
c. Membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak kikir
d. Orang yang boros disayang Allah
e. Hidup itu harus saling menolong
1. Jawablah pertanyaan berikut ini !
1. Jelaskanlah pengertian tabzir!
2. Jelaskan pengertian israf!
3. Jelaskan pengertian Ghibah
4. Jelaskan pengertian Fitnah.
5. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan jelaskan maksudnya!
6. Mubazir itu teman setan jelaskanlah maksudnya!
Pengertian Isyraf, Yang dimaksud dengan isyraf ialah sutu sikap jiwa yang memperturutkan keinginan yang melebihi semestinya. Seperti makan terlalu kenyang, berpakaian terlalu dalam menybabkan menyapu lantai atau tanah, Menguber hawa nafsu yang berlebihan, sehingga dapat melanggar norma-norma Susila, agama, dan hukum.lihat al-Qur’an online di google
Artinya:”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
2. Pengertian Tabzir
Yang dimaksud dengan tabzir ialah menggunakan/ membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros. Alah menganggap orang tersebut sebagai temannya syetan. Allah berfirman.lihat al-Qur’an online di google
Artinya:” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 26-27)
3. Pengertian Ghibah.
Ghibah ialah mempergunjingkan orang lain tentang aib lain atau sesuatu yang apabila didengar oleh orang dibicarakan dia akan benci. Dalam sebuah ayat Allah menggambarkan laksana orang memakan daging saudara yang sudah mati. Allah berfirman. .lihat al-Qur’an online di google
.Artinya :” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”( QS. Al Hujurat : 12)
1. Pengertian Fitnah.
Fitnah adalah suatu sipat yang tercela , suatu usaha seseorang untuk mencemarkan nama baik seseorang, sehingga orang yang tidak mengerti persoalan menganggap bahwa fitnah itu benar. Sehingga opini masyarakat akan negative kepada kelompok atau seseorang yang kena fitnah tersebut. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan . .lihat al-Qur’an online di google
Artinya:”Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”( QS Al Baqarah : 192-193 )
LATIHAN
1. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu huruf a,b,c,d dan e pada jawaban yang paling tepat !
1. Sesungguhnya orang-orang boros itu saudaranya setan. Pernyataan tersebut terdapat dalam Al Qur’an surat …
a. Al Isra : 26
b. Al Isra : 27
c. Al Isra : 28
d. Al Isra : 29
e. Al Isra : 30
2. Dalam Al Qur’an surat … Allah SWT melarang umat manusia menghamburkan harta
a. Al Baqarah : 12
b. Ali Imran : 14
c. Al Maidah : 20
d. Al Isra : 26
e. An Nur : 30
3. Pada surat Al Isra : 27 terdapat hukum bacaan alif lam syamsiah sebanyak … buah
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
6. Pernyataan bahwa setan itu ingkar kepada tuhannya terdapat dalam Al Qur’an surat …
a. At Taubah : 37
b. Al Furqan : 52
c. Al Maidah ; 70
d. Al Isra : 27
e. An Nisa : 45
7. Hukum bacaan alif laam qamariyah pada surat Al Isra : 26 berjumlah … buah
a. satu
b. dua
c. tiga
d. empat
e. lima
8. Pernyataan-pernyataan berikut ini benar, kecuali ….
a. Orang yang boros itu saudaranya setan
b. Orang yang harus dibantu pertama kali adalah keluarga dekat
c. Manusia diperintahkan untuk menghambur-hamburkan harta.
d. Makhluk yang ingkar adalah setan
e. Manusia harus saling tolong menolong.
9. Pernyataan-pernyataan berikut ini adalah salah, kecuali …
a. Membelanjakan harta berlebihan pertintah Allah
b. Kita harus menyantuni orang-orang yang boros
c. Membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak kikir
d. Orang yang boros disayang Allah
e. Hidup itu harus saling menolong
1. Jawablah pertanyaan berikut ini !
1. Jelaskanlah pengertian tabzir!
2. Jelaskan pengertian israf!
3. Jelaskan pengertian Ghibah
4. Jelaskan pengertian Fitnah.
5. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan jelaskan maksudnya!
6. Mubazir itu teman setan jelaskanlah maksudnya!
PERSATUAN, PERDAMAIAN DAN KERUKUNAN
Pengertian Islah (Perdamaian)Islah adalah usaha untuk memperbaiki hubungan diantara manusia yang bersengketa (perdamaian). Menurut Prof. T.M. Hasbi as Shiddiqy pengertian islah yaitu mengulurkan tali yang kuat dan kukuh antara manusia, teristimewa antara mereka yang timbul diantaranya persengketaan, baik mengenai urusan darah (jiwa) maupun urusan harta, dan kehormatan ataupun urusan politik dan taktik perjuangan. Allah SWT memberikan petunjuk pelaksanaan islah melalui firmannya. Lihat Al-Qur’an online di google
Artinya : “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al hujurat : 9)
2. Pengertian Persatuan
Pengertian Persatuan ialah ikatan yang terjadi antara dua orang lebih yang mereka melakukan tidak yang sama dalam hal terjadinya peristiwa tertentu. Bila seseorang suatu bangsa maka rakyatnya akan bersatu membela bangssanya.
Dari penjelasan ayat diatas diperoleh kesimpulan bahwa usaha umat Islam terutama para pemuka (ulama/hakim/pejabat) supaya memperbaiki hubungan antara seseorang dengan seseorang yang lain atau kelompok, golongan dengan golongan atau dengan seseorang secara nyata, jangan membiarkan persengkataan atau perselisihan itu berlarut-larut. Para umat tidak boleh berdiam diri asal badan sendiri selamat, kita mesti berbuat, berusaha menghilangkan persengketaan, dan menghidupkan tali persaudaraan antara orang-orang yang bersengketa itu.
Setiap muslim wajib berusaha membangun kukuhnya persatuan dan kesatuan demi tegaknya agama, masyarakat, bangsa dan negara. Hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan bersama dengan cara yang bijaksana dan seadil-adilnya menurut ketentuan Allah SWT. Agama islan adalah agama yang smepurna ajaran-ajarannya, bukan hanya membimnbing manusia mengenal tuhan dan tata cara beribadah kepadanya, tetapi juga memberi petunjuk bagaimana menyusun suatu masyarakat agar tiap-tiap anggotanya dapat hidup rukun, aman dan nyaman, yakni masing-masing hendakalah bertakwa. Allah melarang kita saling membelakangi, suka mencari kesalahan orang lain, hasud, iri dan dengki lebih-lebih berbuat aniaya yang dapat menimbulkan perselisihan diantara sesama.
Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan sebuah hadis yang artinya : “Tolonglah saudaramu dalam keadaan menganiaya atau dianiaya. Saya bertanya. Wahai Rasululah, yang ini saya menolongnya karena teraniaya. Bagaimana caranya menolong yang zalim?, Engkau harus melarangnya dari kezaliman itulah cara menolongnya.” (HR Anas r.a)
Hadis tersebut memberi penjelasan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan itu mutlak diperlukan. Terjadinya perbedaan pendapat, baik perorangan maupun kelompok adalah hal yang wajar, karena setiap pribadi memang dianugrahi oelh Allah kemampuan berkreasi dan penalaran yang berbeda-beda. Lebih-lebih para anak muda yang sedang mencari jati dirinya, persaingan anatar individu atau kelompok sulit dihindari sehingga tidak jarang berakhir dengan baku hantam. Dengan kondisi yang demikian, hendaklah segera dibentuk juru damai, baik dari guru maupun pemuka masyarakat agar masalah yang timbul tidak berlarut-larut. Perlu disadari bahwa mereka yang terlibat perselisihan pada umumnya adalah teman kita sendiri, masih sebangsa dan sering pula malah seiman. Maka penyelesaian dengan jalan kekerasan, jelas hanya akan merugikan diri dan bangsa kita sendiri.
Selanjutnya dalam usaha memperjuangkan kebajikan dan amal, janganlah merasa bahwa diri dan kelompoknyalah yang pantas memperoleh bagian dan fasilitas yang lebih dari yang lain. Sikap demikian amat berbahaya jika bersemayam di dada seorang muslim, karena dapat merusak keikhlasan beramal. Hal yang demikian pernah menghinggapi sebagian sahabat nabi seusai perang badar, kemudian oleh Allah dengan firmannya. Lihat Al-Qur’an online di google
Aritnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS Al Anfal :1)
Ayat diatas memberi dorongan kepada kaum muslimin agar siap memikul tanggung jawab berat melaksanakan dakwah islamiyah secara terpadu, saling melengkapi sesuai dengan kemampuan disiplin ilmu yang dikuasainya.
Dengan begitu, hal-hal yang menyebabkan terjadinya persengketaan hendaknya dihindari. Unsur penting perekat persatuan dan kesatuan umat ialah takwa, memperbaiki hubungan sesama muslim, tolong menolong, bantu mambantu dengan manaati Allah dan rasulnya disetiap keadaan.
3 Macam-Macam Islah (Perdamaian)
1. Para Ulama Membagi Perdamaian yang Terjadi antara Dua Golongan yang Bersengketa
1). Perdamaian yang dilaksanakan antara orang muslim dengan orang kafir
Islah atau perdamaian semacam dicontohkan oleh rasulullah pada tahun 6 H. Belaiu beserta sahabat bermaksud melaksanakan umrah, namun sesampainya di hubaidah beliau mendengar bahwa orang-orang kafir Quraisy bermaksud menghalangi niat umrah tersebut. Maka diutuslah Usman bin Affan untuk melakukan perundingan dengan para pemuka Quraisy. Namun, setelah ditunggu beberapa lama Usman tidak juga muncul, bahkan terbetik berita bahwa Usman dibunuh. Maka para sahabat menyertai melakukan sumpah setia untuk mempertahankan Islam hingga titik darah penghabisan yang dikenal dengan “Baitur Ridwan”. Mendengar berita tersebut para pemimpin Quraisy khawatir akan keberanian tentara muslim itu maka buru-buru mereka mengutus Suhail bin Amar mengadakan perjanjian damai yang dikenal dengan “Perjanjian Hudaibiyah”.
Isi perjanjian hudaibiyah.
a) Pasukan Islam saat itu harus kembali ke Madinah, dan pada tahun berikutnya baru boleh melakukan umrah. Pelaksanaan umrah tersebut tidak boleh lebih dari tiga hari
b) Bersedia untuk tidak saling menyerang selama 10 tahun
c) Bila ada orang Madinah berpihak kepada penduduk Mekkah supaya diizinkan, sebaliknya jika penduduk Makkah condong ke Madinah hendaknya ditolak
Sahabat umar dan lain-lain merasa keberatan dengan isi perjanjian tersebut karena terkesan meremehkan Islam, tetapi dengan keyakinan mantap akan pertolongan Allah ditandatangi juga perjanjian itu oleh rasulullah SAW. Dampak dari perjanjian itu adalah bagi penduduk mekkah yang selama bertahun-tahun hanya mendengar kabar buruk kehidupan umat Islam, saat itu dapat dilihat bagaimana keindahan pergaulan penduduk madinah dibawah naungan Islam. Akibatnya banyak penduduk mekkah yang ingin masuk ke madinah, tetapi karena terhalang perjanjian hudaoboyah mereka akhirnya berkumpul di wilayah yang tak bertuan diantara Mekkah dan Madinah. Keberadaan mereka mengganggu penduduk Mekkah. Dan lebih kurang setahun para pemimpin Quraisy meminta perjanjian itu ditinjau kembali, maka benarlah pilihan nabi.
2). Perdamaian antara penguasa dengan pemberontak
Jika suatu negara terjadi pemberontakan, hendakalah segera dipadamkan agar negara dapat melanjutkan pembangunan. Namun sering terjadi bahwa pemberontak kekuatannya cukup handal, maka untuk tidak berlarut-larut dalam suasana perang perlu ditempuh jalan damai antara kedua belah pihak demi kesejahteraan masyarakat dan warga negara itu, secara adil dan bijaksana.
3). Perdamaian antara suami dan istri
Hubungan antara suami dan istri kadang-kadang diwarnai silang pendapat antara keduanya. Masing-masing pihak merasa paling benar, tidak ada yang mau mengalah, akibatnya sering terjadi suami membiarkan istrinya terkatung-katung nasibnya, demikian jua tentang nafkah. Maka dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangganya seorang istri boleh membuat perdamaian, misalnya si istri tidak menuntut nafkah selama ditinggalkan dan sebagainya, sehingga keduanya dapat rukn kembali. Dan perdamaian itu hendaklah melibatkan juru damai dari kedua belah pihak (seorang dari pihak suami dan seorang dari pihak istri) agar dikemudian hari peristiwa itu tidak terjadi lagi.
4). Perdamaian anatara dua orang yang terlibat piutang
Bila dua orang yang terlibat utang piutang cenderung terjadi saling gugat menggugat, hendaklah kita beusaha mendamaikan, sebagaimana Rasullah SAW pernah mendamaikan Ka’ab Bin Malik yang berhutang kepada Ibnu Abie Hadrad dengan cara membayar separo dulu dari hutangnya. Kekurangannya dirundingkan kemudian. Karena apabila masalah hutang-piutang harus berakhir harus berakhir di ruang pengadilan bukan tidak mungkin justru yang menang bagai arang yang kalah jadi abu karena masing-masing menginginkan perkara itu, sehingga tambah pengeluaran belanja.
5). Perdamaian antara pembunuh dengan wali yang terbunuh, agar besedia
menerima diyat
Seseorang yang membunuh orang lain tanpa sebab syar’i, wajib dikenai hukum qisas, yaitu dia harus ganti dibunuh. Namun jika mungkin wali dari si terbunuh diminta berdamai dengan imbalan ganti rugi (diyat) lebih banyak dari yang semestinya agar si pembunuh tidak dikenai hukum qisas tersebut.
1. Cara-Cara Melakukan Islah (Perdamaian)
Segala cara dan usaha boleh dilakukan untuk mewujudkan perdamaian, sepanjang langkah yang ditempuh itu tidak dimaksudkan untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Rasuluulah SAW bersabda yang artinya : “Perdamaian itu dilaksanakan antara para kaum muslimin untuk menghasilkan perdamaian, kecuali perdamaian yang menghalalkan yang Allah haramkan dan mengharamkan yang Allah halalkan.” (HR At Turmudzi)
4. Hikmah Islah (Perdamaian)
Hikmah yang terkandung didalam islah (perdamaian)
1. Akan mngembalikan kerukunan antara dua pihak yang semula bersengketa
2. Tercabutnya akar permusuhan dan perselisihan dari pihak-pihak yang bersengketa, berganti dengan tumbuh suburnya tali ukhuwah (persaudaraan)
3. Menghindarkan terjadinya pertumpahan darah
4. Menghemat angaran belanja
5. Menjauhkan kedua belah pihak dari pengingkaran terhadap kebenaran
6. Menjauhkan rasa permusuhan dan dendam diantara sesama manusia
7. Menyalurkan pikiran-pikiran positif dari kedua pihak kearah usaha-usaha yang bermanfaat bagi masing-masing pihak maupun manusia secara keseluruhan.
8. Mendekatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu huruf a,b,c,d atau e didepan jawaban yang paling tepat!
1. Usaha memdamaikan dua orang yang berselisih disebut ….
a. Istibak
b. istiqamah
c. islah
d. ihsan
e. iman
2. Islah pernah dicontohkan Rasulullah setelah beliau ….
a. melalaksanakan perang uhud
b. melaksakan perang badar
c. menerima wahyu
d. hijrah ke Medinah
e. berdakwah
3. Berikut ini termasuk akibat-akibat pertengkaran, kecuali….
a. salam paham
b. perlakuan tidak adil
c. perbedaan pendapat
d. saling menyayangi
e. terputus silaturrahmi
4. Perintah untuk mendamaikan dua orang mukmin yang berselisih tercantum dalam Al Qur’an surat ….
a. Al Hujarat ayat 7
b. Al Hujarat ayat 9
c. Al Hujarat ayat 10
d. Hujarat ayat 12
e. Al Hujarat ayat 13
5. Dalam hidup bermasyarakat umat islam dianjurkan agar senantiasa menjaga kedamaian dengan sesama manusia atau dasar…
a. saling menghormati
b. sikap ikhlas
c. sikap ihsan
d. sikap iman
e. saling menyayangi
6. Berikut ini termasuk hikmah islah, kecuali…
a. memperkukuh persatuan
b. terciptanya perdamaian
c. terwujudnya persaudaraan
d. terjalinnya silturrahmi
e. terputusnya silaturrahmi
7. Perdamainan antara orang Islam dengan orang kafir di Hudaibiyah dikenal dengan nama…
a. syahadat tauhid
b. syahadat rasul
c. Perjanjian Hudaibiyah
d. Baitul mal
e. Baitul Ridwan
8. Jika orang mukmin melihat mukmin lainnya bertengkar maka sebaiknya….
a. memukulnya
b. membiarkannya
c. mendamaikannya melalui juru damai
d. memberinya nasehat yang baik
e. meninggalkannya
9. Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar selalu menegakkan Islah, maksudnya adalah…
a. berbuat baik terhadap Allah
b. berbuat baik kepada rasul
c. berbuat baik kepada sesama
d. berbuat baik kepada makhluk Allah
e. berbuat baik kepada alam sekitar
10. Islah sangat dianjurkan dalam Islam, karena islah termasuk….
a. perbuatan baik
b. perbuatan tercela
c. perbuatan terkutuk
d. perbuatan terpuji
e. perbuatan terlarang
11. Perdamaian merupakan usaha terpuji dan dianjurkan dalam Islam. Pernyataan tersebut sesuai dengan ayat Al Qur’an….
a. Al Baqarah ayat 18
b. Ali Imran ayat 34
c. Al Hujarat ayat 9
d. Al Hajj ayat 5
e. Al Anfal ayat 16
12. ( فاصلحو بينهما)arti ayat di samping adalah….
a. berperanglah dua golongan antara keduanya
b. dua golongan dari orang- orang yang mukmin
c. maka damaikanlah antara keduanya
d. maka perbaikilah hubungan di antara sesamamu
e. maka damaikanlah antara keduanya dengan adil
13. Dalam ajaran Islam, masing-masing individu merupakan … bagi individu lain.
a. teman kerja
b. saudara
c. penasehat
d. saingan
e. pendukung
14. Al Qur’an surat Al Hujarat ayat 9 berisi tentang…
a. perintah Allah untuk mensejahterakan orang lain
b. perintah memperbaiki kesetiakawanan sosial
c. perintah mendamaikan dua orang mukmin yang berselisih
d. perintah mewujudkan silaturrahmi
e. perintah menyantuni anak-anak yatim
15. Kebaikan dari islah adalah mewujudkan…
a. kesejahteraan
b. kebahagiaan
c. kesenangan
d. persaudaraan
e. peperangan
16. Slah satu contoh usaha Rasulullah saw, untuk mewujudkan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat bersama para sahabatnya setelah hijrah dan menetap di Madinah adalah dengan…
a. penghancuran berhala di sekitar ka’bah
b. menyendiri di gua hira
c. berlindung bersama Abu Bakar di Gua Tsur
d. membangun Masjid Nabawi
e. mendirikan Masjid di Quba
17. Perjanjian Hudaibiyah adalah salah satu yang dicontohkan Rasulullah saw, dalam hal islah, yaitu antara….
a. kaum Muhajirin
b. Rasulullah saw dengan raja Habsyi
c. Penduduk Madinah yang telah masuk Islam dengan Rasulullah saw
d. Pemimpin dan pemberontak
e. Orang-orang Islam dengan orang-orang non Islam
18. Dalam Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 35 berisi tentang….
a. pembagian harta rampasan perang
b. perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam
c. petnjuk agar menggunakan juru damai
d. menjauhkan diri dari hubungan yang tidak baik
e. mendamaikan dua golongan orang mukmin yang berperang
19. Berikut ini termasuk hikmah islah, kecuali
a. mendatangkan ketentraman
b. memperoleh rida dan rahmat Allah
c. disenangi dalam pergaulan
d. dicintai semua makhluk
e. membantu kelancaran pembangunan
20. Mendamaikan orang yang bertengkar merupakan…
a. sedekah
b. hibah
c. hadiah
d. wakaf
e. amal jariah
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Sebutkan macam-macam damai dalam hubungannya dengan sesama manusia pada umumnya !
2. Sebutkanlah jenis-jenis hikmah islah!
3. sebutkanlah ayat yang menunjukkan toleransi!
4. Jelaskan pengertian islah( perdamaian)!
5. Sebutkanlah isi piagam Madinah
6. Sebutkanlah penyebab perselisihan di antara manusia !
7. وان طاءفتان من المؤمنين افتتلوا فاصلحوا بينهما artinya…
8, فاصلحوا بينهما بالعدل واقسطواartinya…..
9. Apakah yang dimaksud dengan persatauan?
10. Apakah hubungan persatuan dengan perdamaian?
Artinya : “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al hujurat : 9)
2. Pengertian Persatuan
Pengertian Persatuan ialah ikatan yang terjadi antara dua orang lebih yang mereka melakukan tidak yang sama dalam hal terjadinya peristiwa tertentu. Bila seseorang suatu bangsa maka rakyatnya akan bersatu membela bangssanya.
Dari penjelasan ayat diatas diperoleh kesimpulan bahwa usaha umat Islam terutama para pemuka (ulama/hakim/pejabat) supaya memperbaiki hubungan antara seseorang dengan seseorang yang lain atau kelompok, golongan dengan golongan atau dengan seseorang secara nyata, jangan membiarkan persengkataan atau perselisihan itu berlarut-larut. Para umat tidak boleh berdiam diri asal badan sendiri selamat, kita mesti berbuat, berusaha menghilangkan persengketaan, dan menghidupkan tali persaudaraan antara orang-orang yang bersengketa itu.
Setiap muslim wajib berusaha membangun kukuhnya persatuan dan kesatuan demi tegaknya agama, masyarakat, bangsa dan negara. Hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan bersama dengan cara yang bijaksana dan seadil-adilnya menurut ketentuan Allah SWT. Agama islan adalah agama yang smepurna ajaran-ajarannya, bukan hanya membimnbing manusia mengenal tuhan dan tata cara beribadah kepadanya, tetapi juga memberi petunjuk bagaimana menyusun suatu masyarakat agar tiap-tiap anggotanya dapat hidup rukun, aman dan nyaman, yakni masing-masing hendakalah bertakwa. Allah melarang kita saling membelakangi, suka mencari kesalahan orang lain, hasud, iri dan dengki lebih-lebih berbuat aniaya yang dapat menimbulkan perselisihan diantara sesama.
Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan sebuah hadis yang artinya : “Tolonglah saudaramu dalam keadaan menganiaya atau dianiaya. Saya bertanya. Wahai Rasululah, yang ini saya menolongnya karena teraniaya. Bagaimana caranya menolong yang zalim?, Engkau harus melarangnya dari kezaliman itulah cara menolongnya.” (HR Anas r.a)
Hadis tersebut memberi penjelasan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan itu mutlak diperlukan. Terjadinya perbedaan pendapat, baik perorangan maupun kelompok adalah hal yang wajar, karena setiap pribadi memang dianugrahi oelh Allah kemampuan berkreasi dan penalaran yang berbeda-beda. Lebih-lebih para anak muda yang sedang mencari jati dirinya, persaingan anatar individu atau kelompok sulit dihindari sehingga tidak jarang berakhir dengan baku hantam. Dengan kondisi yang demikian, hendaklah segera dibentuk juru damai, baik dari guru maupun pemuka masyarakat agar masalah yang timbul tidak berlarut-larut. Perlu disadari bahwa mereka yang terlibat perselisihan pada umumnya adalah teman kita sendiri, masih sebangsa dan sering pula malah seiman. Maka penyelesaian dengan jalan kekerasan, jelas hanya akan merugikan diri dan bangsa kita sendiri.
Selanjutnya dalam usaha memperjuangkan kebajikan dan amal, janganlah merasa bahwa diri dan kelompoknyalah yang pantas memperoleh bagian dan fasilitas yang lebih dari yang lain. Sikap demikian amat berbahaya jika bersemayam di dada seorang muslim, karena dapat merusak keikhlasan beramal. Hal yang demikian pernah menghinggapi sebagian sahabat nabi seusai perang badar, kemudian oleh Allah dengan firmannya. Lihat Al-Qur’an online di google
Aritnya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS Al Anfal :1)
Ayat diatas memberi dorongan kepada kaum muslimin agar siap memikul tanggung jawab berat melaksanakan dakwah islamiyah secara terpadu, saling melengkapi sesuai dengan kemampuan disiplin ilmu yang dikuasainya.
Dengan begitu, hal-hal yang menyebabkan terjadinya persengketaan hendaknya dihindari. Unsur penting perekat persatuan dan kesatuan umat ialah takwa, memperbaiki hubungan sesama muslim, tolong menolong, bantu mambantu dengan manaati Allah dan rasulnya disetiap keadaan.
3 Macam-Macam Islah (Perdamaian)
1. Para Ulama Membagi Perdamaian yang Terjadi antara Dua Golongan yang Bersengketa
1). Perdamaian yang dilaksanakan antara orang muslim dengan orang kafir
Islah atau perdamaian semacam dicontohkan oleh rasulullah pada tahun 6 H. Belaiu beserta sahabat bermaksud melaksanakan umrah, namun sesampainya di hubaidah beliau mendengar bahwa orang-orang kafir Quraisy bermaksud menghalangi niat umrah tersebut. Maka diutuslah Usman bin Affan untuk melakukan perundingan dengan para pemuka Quraisy. Namun, setelah ditunggu beberapa lama Usman tidak juga muncul, bahkan terbetik berita bahwa Usman dibunuh. Maka para sahabat menyertai melakukan sumpah setia untuk mempertahankan Islam hingga titik darah penghabisan yang dikenal dengan “Baitur Ridwan”. Mendengar berita tersebut para pemimpin Quraisy khawatir akan keberanian tentara muslim itu maka buru-buru mereka mengutus Suhail bin Amar mengadakan perjanjian damai yang dikenal dengan “Perjanjian Hudaibiyah”.
Isi perjanjian hudaibiyah.
a) Pasukan Islam saat itu harus kembali ke Madinah, dan pada tahun berikutnya baru boleh melakukan umrah. Pelaksanaan umrah tersebut tidak boleh lebih dari tiga hari
b) Bersedia untuk tidak saling menyerang selama 10 tahun
c) Bila ada orang Madinah berpihak kepada penduduk Mekkah supaya diizinkan, sebaliknya jika penduduk Makkah condong ke Madinah hendaknya ditolak
Sahabat umar dan lain-lain merasa keberatan dengan isi perjanjian tersebut karena terkesan meremehkan Islam, tetapi dengan keyakinan mantap akan pertolongan Allah ditandatangi juga perjanjian itu oleh rasulullah SAW. Dampak dari perjanjian itu adalah bagi penduduk mekkah yang selama bertahun-tahun hanya mendengar kabar buruk kehidupan umat Islam, saat itu dapat dilihat bagaimana keindahan pergaulan penduduk madinah dibawah naungan Islam. Akibatnya banyak penduduk mekkah yang ingin masuk ke madinah, tetapi karena terhalang perjanjian hudaoboyah mereka akhirnya berkumpul di wilayah yang tak bertuan diantara Mekkah dan Madinah. Keberadaan mereka mengganggu penduduk Mekkah. Dan lebih kurang setahun para pemimpin Quraisy meminta perjanjian itu ditinjau kembali, maka benarlah pilihan nabi.
2). Perdamaian antara penguasa dengan pemberontak
Jika suatu negara terjadi pemberontakan, hendakalah segera dipadamkan agar negara dapat melanjutkan pembangunan. Namun sering terjadi bahwa pemberontak kekuatannya cukup handal, maka untuk tidak berlarut-larut dalam suasana perang perlu ditempuh jalan damai antara kedua belah pihak demi kesejahteraan masyarakat dan warga negara itu, secara adil dan bijaksana.
3). Perdamaian antara suami dan istri
Hubungan antara suami dan istri kadang-kadang diwarnai silang pendapat antara keduanya. Masing-masing pihak merasa paling benar, tidak ada yang mau mengalah, akibatnya sering terjadi suami membiarkan istrinya terkatung-katung nasibnya, demikian jua tentang nafkah. Maka dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangganya seorang istri boleh membuat perdamaian, misalnya si istri tidak menuntut nafkah selama ditinggalkan dan sebagainya, sehingga keduanya dapat rukn kembali. Dan perdamaian itu hendaklah melibatkan juru damai dari kedua belah pihak (seorang dari pihak suami dan seorang dari pihak istri) agar dikemudian hari peristiwa itu tidak terjadi lagi.
4). Perdamaian anatara dua orang yang terlibat piutang
Bila dua orang yang terlibat utang piutang cenderung terjadi saling gugat menggugat, hendaklah kita beusaha mendamaikan, sebagaimana Rasullah SAW pernah mendamaikan Ka’ab Bin Malik yang berhutang kepada Ibnu Abie Hadrad dengan cara membayar separo dulu dari hutangnya. Kekurangannya dirundingkan kemudian. Karena apabila masalah hutang-piutang harus berakhir harus berakhir di ruang pengadilan bukan tidak mungkin justru yang menang bagai arang yang kalah jadi abu karena masing-masing menginginkan perkara itu, sehingga tambah pengeluaran belanja.
5). Perdamaian antara pembunuh dengan wali yang terbunuh, agar besedia
menerima diyat
Seseorang yang membunuh orang lain tanpa sebab syar’i, wajib dikenai hukum qisas, yaitu dia harus ganti dibunuh. Namun jika mungkin wali dari si terbunuh diminta berdamai dengan imbalan ganti rugi (diyat) lebih banyak dari yang semestinya agar si pembunuh tidak dikenai hukum qisas tersebut.
1. Cara-Cara Melakukan Islah (Perdamaian)
Segala cara dan usaha boleh dilakukan untuk mewujudkan perdamaian, sepanjang langkah yang ditempuh itu tidak dimaksudkan untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Rasuluulah SAW bersabda yang artinya : “Perdamaian itu dilaksanakan antara para kaum muslimin untuk menghasilkan perdamaian, kecuali perdamaian yang menghalalkan yang Allah haramkan dan mengharamkan yang Allah halalkan.” (HR At Turmudzi)
4. Hikmah Islah (Perdamaian)
Hikmah yang terkandung didalam islah (perdamaian)
1. Akan mngembalikan kerukunan antara dua pihak yang semula bersengketa
2. Tercabutnya akar permusuhan dan perselisihan dari pihak-pihak yang bersengketa, berganti dengan tumbuh suburnya tali ukhuwah (persaudaraan)
3. Menghindarkan terjadinya pertumpahan darah
4. Menghemat angaran belanja
5. Menjauhkan kedua belah pihak dari pengingkaran terhadap kebenaran
6. Menjauhkan rasa permusuhan dan dendam diantara sesama manusia
7. Menyalurkan pikiran-pikiran positif dari kedua pihak kearah usaha-usaha yang bermanfaat bagi masing-masing pihak maupun manusia secara keseluruhan.
8. Mendekatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu huruf a,b,c,d atau e didepan jawaban yang paling tepat!
1. Usaha memdamaikan dua orang yang berselisih disebut ….
a. Istibak
b. istiqamah
c. islah
d. ihsan
e. iman
2. Islah pernah dicontohkan Rasulullah setelah beliau ….
a. melalaksanakan perang uhud
b. melaksakan perang badar
c. menerima wahyu
d. hijrah ke Medinah
e. berdakwah
3. Berikut ini termasuk akibat-akibat pertengkaran, kecuali….
a. salam paham
b. perlakuan tidak adil
c. perbedaan pendapat
d. saling menyayangi
e. terputus silaturrahmi
4. Perintah untuk mendamaikan dua orang mukmin yang berselisih tercantum dalam Al Qur’an surat ….
a. Al Hujarat ayat 7
b. Al Hujarat ayat 9
c. Al Hujarat ayat 10
d. Hujarat ayat 12
e. Al Hujarat ayat 13
5. Dalam hidup bermasyarakat umat islam dianjurkan agar senantiasa menjaga kedamaian dengan sesama manusia atau dasar…
a. saling menghormati
b. sikap ikhlas
c. sikap ihsan
d. sikap iman
e. saling menyayangi
6. Berikut ini termasuk hikmah islah, kecuali…
a. memperkukuh persatuan
b. terciptanya perdamaian
c. terwujudnya persaudaraan
d. terjalinnya silturrahmi
e. terputusnya silaturrahmi
7. Perdamainan antara orang Islam dengan orang kafir di Hudaibiyah dikenal dengan nama…
a. syahadat tauhid
b. syahadat rasul
c. Perjanjian Hudaibiyah
d. Baitul mal
e. Baitul Ridwan
8. Jika orang mukmin melihat mukmin lainnya bertengkar maka sebaiknya….
a. memukulnya
b. membiarkannya
c. mendamaikannya melalui juru damai
d. memberinya nasehat yang baik
e. meninggalkannya
9. Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar selalu menegakkan Islah, maksudnya adalah…
a. berbuat baik terhadap Allah
b. berbuat baik kepada rasul
c. berbuat baik kepada sesama
d. berbuat baik kepada makhluk Allah
e. berbuat baik kepada alam sekitar
10. Islah sangat dianjurkan dalam Islam, karena islah termasuk….
a. perbuatan baik
b. perbuatan tercela
c. perbuatan terkutuk
d. perbuatan terpuji
e. perbuatan terlarang
11. Perdamaian merupakan usaha terpuji dan dianjurkan dalam Islam. Pernyataan tersebut sesuai dengan ayat Al Qur’an….
a. Al Baqarah ayat 18
b. Ali Imran ayat 34
c. Al Hujarat ayat 9
d. Al Hajj ayat 5
e. Al Anfal ayat 16
12. ( فاصلحو بينهما)arti ayat di samping adalah….
a. berperanglah dua golongan antara keduanya
b. dua golongan dari orang- orang yang mukmin
c. maka damaikanlah antara keduanya
d. maka perbaikilah hubungan di antara sesamamu
e. maka damaikanlah antara keduanya dengan adil
13. Dalam ajaran Islam, masing-masing individu merupakan … bagi individu lain.
a. teman kerja
b. saudara
c. penasehat
d. saingan
e. pendukung
14. Al Qur’an surat Al Hujarat ayat 9 berisi tentang…
a. perintah Allah untuk mensejahterakan orang lain
b. perintah memperbaiki kesetiakawanan sosial
c. perintah mendamaikan dua orang mukmin yang berselisih
d. perintah mewujudkan silaturrahmi
e. perintah menyantuni anak-anak yatim
15. Kebaikan dari islah adalah mewujudkan…
a. kesejahteraan
b. kebahagiaan
c. kesenangan
d. persaudaraan
e. peperangan
16. Slah satu contoh usaha Rasulullah saw, untuk mewujudkan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat bersama para sahabatnya setelah hijrah dan menetap di Madinah adalah dengan…
a. penghancuran berhala di sekitar ka’bah
b. menyendiri di gua hira
c. berlindung bersama Abu Bakar di Gua Tsur
d. membangun Masjid Nabawi
e. mendirikan Masjid di Quba
17. Perjanjian Hudaibiyah adalah salah satu yang dicontohkan Rasulullah saw, dalam hal islah, yaitu antara….
a. kaum Muhajirin
b. Rasulullah saw dengan raja Habsyi
c. Penduduk Madinah yang telah masuk Islam dengan Rasulullah saw
d. Pemimpin dan pemberontak
e. Orang-orang Islam dengan orang-orang non Islam
18. Dalam Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 35 berisi tentang….
a. pembagian harta rampasan perang
b. perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam
c. petnjuk agar menggunakan juru damai
d. menjauhkan diri dari hubungan yang tidak baik
e. mendamaikan dua golongan orang mukmin yang berperang
19. Berikut ini termasuk hikmah islah, kecuali
a. mendatangkan ketentraman
b. memperoleh rida dan rahmat Allah
c. disenangi dalam pergaulan
d. dicintai semua makhluk
e. membantu kelancaran pembangunan
20. Mendamaikan orang yang bertengkar merupakan…
a. sedekah
b. hibah
c. hadiah
d. wakaf
e. amal jariah
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Sebutkan macam-macam damai dalam hubungannya dengan sesama manusia pada umumnya !
2. Sebutkanlah jenis-jenis hikmah islah!
3. sebutkanlah ayat yang menunjukkan toleransi!
4. Jelaskan pengertian islah( perdamaian)!
5. Sebutkanlah isi piagam Madinah
6. Sebutkanlah penyebab perselisihan di antara manusia !
7. وان طاءفتان من المؤمنين افتتلوا فاصلحوا بينهما artinya…
8, فاصلحوا بينهما بالعدل واقسطواartinya…..
9. Apakah yang dimaksud dengan persatauan?
10. Apakah hubungan persatuan dengan perdamaian?
IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah:
•
2. Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya[1053]. (QS .Al-Furqan ayat 2).
[1053] Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup
Untuk memperjelas pengertian qadha dan qadar, berikut ini dikemkakan contoh. Saat ini Abdurofi melanjutkan pelajarannya di SMK. Sebelum Abdurofi lahir, bahkan sejak zaman azali Allah telah menetapkan, bahwa seorang anak bernama Abdurofi akan melanjutkan pelajarannya di SMK. Ketetapan Allah di Zaman Azali disebut Qadha. Kenyataan bahwa saat terjadinya disebut qadar atau takdir. Dengan kata lain bahwa qadar adalah perwujudan dari qadha.
2. Hubungan antara Qadha dan Qadar
Pada uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan qadar selalu berhubungan erat . Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan.
Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah berfirman,
•
21. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya[795]; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
[795] maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah s.w.t.
Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu
Qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar.
3.Kewajiban beriman kepada dan qadar
Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih , rambutnya sangat hitam. Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab yang artinya: Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk. Lelaki tersebut berkata” Tuan benar”. (H.R. Muslim)
Lelaki itu adalah Malaekat Jibril yang sengaja datang untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang dibenarkan oleh Malaekat Jibril itu berisi rukun iman. Salah satunya dari rukun iman itu adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar itu merupakan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah.
Sebagai orang beriman, kita harus rela menerima segala ketentuan Allah atas diri kita. Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman yang artinya: ” Siapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku. (H.R.Tabrani)
Takdir Allah merupakan iradah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya.
4.Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar
Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya
”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar. ” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.”
Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”.
Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.
Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.
Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam :
1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah berfirman;
•
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11)
[767] bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat Ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.
B.Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
1.Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Firman Allah;
53. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka Hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.
Artinya:”dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).
2.Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT:
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS.Yusuf ayat 87)
Sabda Rasulullah: yang artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim)
3.Memupuk sifat optimis dan giat bekerja
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firaman Allah;
•
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas ayat 77)
4.Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi
• • • •
Artinya : Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam sorga-Ku.( QS. Al-Fajr ayat 27-30)
LATIHAN
A.Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang paling tepat!
1.Jika ada yang membicarakan takdir, sebaiknya kita…
a.Mendengar dan langsung percaya
b.Memusyawarahkannya
c.Memperdebatkannya untuk mencari kebenarannya
d.Terus bertanya sampai betul-betul paham
e.Mempelajarinya sampai betul-betul mendalam
2.Takdir muallaq adalah takdir yang …..
a.tidak dapat berubah
b.dapat berubah
c.menyenangkan
d.menyedihkan
e.menakutkan
3.Salah satu contoh takdir mubrom adalah….
a. sifat malas
b. sifat rajin
c. kepandaian
d. kebodohan
e. tempat kelahiran
4. Qadha adalah ketentuan-ketentuan Allah yang …
a. sudah menjadi kenyataan
b. sudah diketahui oleh para rasul
c. belum jadi kenyataan
d. sudah tidak dapat berubah
e. sudah diketahui oleh para malaekat
5. Umar bin Khattab membatalkan niatnya untuk memasuki sebuah kampung yang sudah terjangkit penyakit kolera karena beliau…
a. takut mati
b. takut tertular
c. menolak takdir
d. melarikan diri dari takdir
e. mencari takdir yang lebih baik
6. Ketika seorang pencuri ditanya, ia menjawab, ” saya mencuri karena saya hanya sekedar menjalani takdir Tuhan, secara tidak disadari pencuri ini menganut paham….
a. Jabariyah
b. Mu’tazilah
c. Qadariyah
d. Syi’ah
e. Ahlus Sunah wal Jama’ah
7. Qada masih dapat diubah dengan jalan…
a. wakaf ke tempat ibadah
b. puasa dan sholat tahajud
c. berdo’a dan berbuat baik
d. memberi sedekah pada fakir dan miskin
e. membaca kalam ilahi
8.Jika seseorang sudah ditakdirkan menjadi bodoh, dengan belajar, maka ia akhirnya pandai juga. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat golongan…
a.qadariyah
b.mu’tazilah
c.Ahlu Sunah Wal Jama’ah
d.Syi’ah
e.Jabariyah
9. Jika seorang tidak percaya pada salah satu rukun iman, orang itu disebut….
a. kafir
b. fasik
c. zalim
d. mukmin naqis
e. mukmin kamil
10. Ahlus Sunah Wal Jama’ah berpendapat bahwa manusia dalam hidupnya…
a. bagaikan pelaku sandiwara
b. terpaksa menjalankan ketentuan Allah
c. bebas memilih, tetapi terikat oleh takdir
d. mempunyai kebebasan mutlak
e. serba terikat
11. Dalam Al Qur’an surat An-Nisa ayat 65 kata qada diartikan sebagai….
a. ukuran
b. keadilan
c. hukum
d. kemampuan
e. ikhlas
12. Iman kepada qada dan qadar berfungsi untuk ….
a. membina sikap mental kekerasan
b. menambah sifat berani
c. menimbulkan sifat optimis, giat bekerja dan tawakkal
d. membuat hati gelisah
e. membina sikap mental keperkasaan
13. Bencana yang menimpa manusia di dunia dan telah ditetapkan oleh Allah sebelumnya tercantum dalam Al Qur’an surat….
a. Al Hadid ayat 22
b. Ali Imran ayat 47
c. Fussilat ayat 10
d. Al Ahzab ayat 21
e. Al Ahzab ayat 38
14. Allah swt berfirman: ” sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha …..” lanjutan dari firman Allah itu….
a. mengubahnya sendiri
b. menjadi orang yang bertaqwa
c. dengan sekuat tenaga
d. sambil berdo’a
e. mempelajari ilmu pengetahuan yang berguna
15. Berikut ini termasuk manfaat iman kepada qada dan qadar, kecuali…
a. Memperkuat keyakinan bahwa Allah pencipta alam semesta
b. Orang akan berbangga hati karena usahanya behasil
c. Meninktakan ketaqwaan kepada Allah
d. Menumbuhkan prilaku terpuji
e. Mendorong manusia lebih semangat dalam berusaha
16. Berusaha disertai do’a dan berserah diri kepada Allah tentang berhasil atau tidaknya suatu usaha disebut…
a. ikhtiar
b. qada
c. qadar
d. takdir
e. tawakkal
17. Berikut ini adalah usaha yang harus di tempuh agar berhasil, kecuali…
a. Menguasai bidang usaha
b. Berusaha dengan sungguh-sungguh
c. Niat ikhlas karena Allah
d. Berusaha dengan modal yang besar
e. Berdo’a agar memperoleh pertolongan
18. Berikut ini adalah hikmah tawakkal, kecuali….
a. dicintai Allah
b. dianugerahi rezeki yang cukup
c. ada ketentraman hidup
d. menumbuhkan sikap terpuji
e. disenangi orang banyak
19. Takdir yang diobah dengan cara ikhtiar disebut…
a. takdir mubram
b. takdir muallaq
c. qadar
d. qada
e. takdir azali
20. Berserah diri kepad Allah, setelah berikhtiar sekuat mungkin sesuai dengan kewajibannya. Hal ini di sebut…
a. takabbur
b. tumakninah
c. iffah
d. tawakkal
e. qanaah
ESSAY.
1. Yang dimaksud dengan qadha menurut bahasa ialah …….
2. Yang dimaksud dengan qadar menurut bahasa ialah….
3. Hubungan antara qadha dan qadar bagaikan hubungan antara ………….. dan ……….
4. Qadha dan qadar disebut juga …………..
5. Memperyai qadha dan qadar hukumnya ……
6. Jelaskan pengertia qadha menurut istilah !
7. dan jelaskan pula pengertian qadar menurut istilah!
8. sebutkanlah hikmah beriman kepada qadha dan qadar!
9. Mengapa kita harus berusaha?
10. Samakah takdir dengan penyerahan tanpa usaha? Jelaskan pendapatmu!
•
2. Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya[1053]. (QS .Al-Furqan ayat 2).
[1053] Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup
Untuk memperjelas pengertian qadha dan qadar, berikut ini dikemkakan contoh. Saat ini Abdurofi melanjutkan pelajarannya di SMK. Sebelum Abdurofi lahir, bahkan sejak zaman azali Allah telah menetapkan, bahwa seorang anak bernama Abdurofi akan melanjutkan pelajarannya di SMK. Ketetapan Allah di Zaman Azali disebut Qadha. Kenyataan bahwa saat terjadinya disebut qadar atau takdir. Dengan kata lain bahwa qadar adalah perwujudan dari qadha.
2. Hubungan antara Qadha dan Qadar
Pada uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan qadar selalu berhubungan erat . Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan.
Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah berfirman,
•
21. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya[795]; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
[795] maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah s.w.t.
Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu
Qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar.
3.Kewajiban beriman kepada dan qadar
Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih , rambutnya sangat hitam. Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab yang artinya: Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk. Lelaki tersebut berkata” Tuan benar”. (H.R. Muslim)
Lelaki itu adalah Malaekat Jibril yang sengaja datang untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang dibenarkan oleh Malaekat Jibril itu berisi rukun iman. Salah satunya dari rukun iman itu adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar itu merupakan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah.
Sebagai orang beriman, kita harus rela menerima segala ketentuan Allah atas diri kita. Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman yang artinya: ” Siapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku. (H.R.Tabrani)
Takdir Allah merupakan iradah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya.
4.Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar
Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya
”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar. ” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.”
Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”.
Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.
Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.
Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam :
1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah berfirman;
•
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11)
[767] bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat Ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.
B.Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
1.Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Firman Allah;
53. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka Hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.
Artinya:”dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).
2.Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT:
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS.Yusuf ayat 87)
Sabda Rasulullah: yang artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim)
3.Memupuk sifat optimis dan giat bekerja
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firaman Allah;
•
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas ayat 77)
4.Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi
• • • •
Artinya : Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam sorga-Ku.( QS. Al-Fajr ayat 27-30)
LATIHAN
A.Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang paling tepat!
1.Jika ada yang membicarakan takdir, sebaiknya kita…
a.Mendengar dan langsung percaya
b.Memusyawarahkannya
c.Memperdebatkannya untuk mencari kebenarannya
d.Terus bertanya sampai betul-betul paham
e.Mempelajarinya sampai betul-betul mendalam
2.Takdir muallaq adalah takdir yang …..
a.tidak dapat berubah
b.dapat berubah
c.menyenangkan
d.menyedihkan
e.menakutkan
3.Salah satu contoh takdir mubrom adalah….
a. sifat malas
b. sifat rajin
c. kepandaian
d. kebodohan
e. tempat kelahiran
4. Qadha adalah ketentuan-ketentuan Allah yang …
a. sudah menjadi kenyataan
b. sudah diketahui oleh para rasul
c. belum jadi kenyataan
d. sudah tidak dapat berubah
e. sudah diketahui oleh para malaekat
5. Umar bin Khattab membatalkan niatnya untuk memasuki sebuah kampung yang sudah terjangkit penyakit kolera karena beliau…
a. takut mati
b. takut tertular
c. menolak takdir
d. melarikan diri dari takdir
e. mencari takdir yang lebih baik
6. Ketika seorang pencuri ditanya, ia menjawab, ” saya mencuri karena saya hanya sekedar menjalani takdir Tuhan, secara tidak disadari pencuri ini menganut paham….
a. Jabariyah
b. Mu’tazilah
c. Qadariyah
d. Syi’ah
e. Ahlus Sunah wal Jama’ah
7. Qada masih dapat diubah dengan jalan…
a. wakaf ke tempat ibadah
b. puasa dan sholat tahajud
c. berdo’a dan berbuat baik
d. memberi sedekah pada fakir dan miskin
e. membaca kalam ilahi
8.Jika seseorang sudah ditakdirkan menjadi bodoh, dengan belajar, maka ia akhirnya pandai juga. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat golongan…
a.qadariyah
b.mu’tazilah
c.Ahlu Sunah Wal Jama’ah
d.Syi’ah
e.Jabariyah
9. Jika seorang tidak percaya pada salah satu rukun iman, orang itu disebut….
a. kafir
b. fasik
c. zalim
d. mukmin naqis
e. mukmin kamil
10. Ahlus Sunah Wal Jama’ah berpendapat bahwa manusia dalam hidupnya…
a. bagaikan pelaku sandiwara
b. terpaksa menjalankan ketentuan Allah
c. bebas memilih, tetapi terikat oleh takdir
d. mempunyai kebebasan mutlak
e. serba terikat
11. Dalam Al Qur’an surat An-Nisa ayat 65 kata qada diartikan sebagai….
a. ukuran
b. keadilan
c. hukum
d. kemampuan
e. ikhlas
12. Iman kepada qada dan qadar berfungsi untuk ….
a. membina sikap mental kekerasan
b. menambah sifat berani
c. menimbulkan sifat optimis, giat bekerja dan tawakkal
d. membuat hati gelisah
e. membina sikap mental keperkasaan
13. Bencana yang menimpa manusia di dunia dan telah ditetapkan oleh Allah sebelumnya tercantum dalam Al Qur’an surat….
a. Al Hadid ayat 22
b. Ali Imran ayat 47
c. Fussilat ayat 10
d. Al Ahzab ayat 21
e. Al Ahzab ayat 38
14. Allah swt berfirman: ” sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha …..” lanjutan dari firman Allah itu….
a. mengubahnya sendiri
b. menjadi orang yang bertaqwa
c. dengan sekuat tenaga
d. sambil berdo’a
e. mempelajari ilmu pengetahuan yang berguna
15. Berikut ini termasuk manfaat iman kepada qada dan qadar, kecuali…
a. Memperkuat keyakinan bahwa Allah pencipta alam semesta
b. Orang akan berbangga hati karena usahanya behasil
c. Meninktakan ketaqwaan kepada Allah
d. Menumbuhkan prilaku terpuji
e. Mendorong manusia lebih semangat dalam berusaha
16. Berusaha disertai do’a dan berserah diri kepada Allah tentang berhasil atau tidaknya suatu usaha disebut…
a. ikhtiar
b. qada
c. qadar
d. takdir
e. tawakkal
17. Berikut ini adalah usaha yang harus di tempuh agar berhasil, kecuali…
a. Menguasai bidang usaha
b. Berusaha dengan sungguh-sungguh
c. Niat ikhlas karena Allah
d. Berusaha dengan modal yang besar
e. Berdo’a agar memperoleh pertolongan
18. Berikut ini adalah hikmah tawakkal, kecuali….
a. dicintai Allah
b. dianugerahi rezeki yang cukup
c. ada ketentraman hidup
d. menumbuhkan sikap terpuji
e. disenangi orang banyak
19. Takdir yang diobah dengan cara ikhtiar disebut…
a. takdir mubram
b. takdir muallaq
c. qadar
d. qada
e. takdir azali
20. Berserah diri kepad Allah, setelah berikhtiar sekuat mungkin sesuai dengan kewajibannya. Hal ini di sebut…
a. takabbur
b. tumakninah
c. iffah
d. tawakkal
e. qanaah
ESSAY.
1. Yang dimaksud dengan qadha menurut bahasa ialah …….
2. Yang dimaksud dengan qadar menurut bahasa ialah….
3. Hubungan antara qadha dan qadar bagaikan hubungan antara ………….. dan ……….
4. Qadha dan qadar disebut juga …………..
5. Memperyai qadha dan qadar hukumnya ……
6. Jelaskan pengertia qadha menurut istilah !
7. dan jelaskan pula pengertian qadar menurut istilah!
8. sebutkanlah hikmah beriman kepada qadha dan qadar!
9. Mengapa kita harus berusaha?
10. Samakah takdir dengan penyerahan tanpa usaha? Jelaskan pendapatmu!
TUNTUNAN AL QUR’AN PADA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Al-Qur’an merupakan firman Allah yang mengandung berbagai aspek kehidupan, baik aspek hukum, sejarah, aqidah( keimanan), eskatologi,maupun isyarat tentang pengetahuan. Semua itu diperuntukan bagi manusia agar dijadikan pedoman hidup sehingga kehidupannya lebih baik dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Di dalam Al Qr’an ada isyarat ilmu pengetahuan yang perlu digali oleh manusia. Isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global sehingga memerlukan kesungguhan manusia untuk meneliti atau melakukan eksperimen untuk dapat menyingkap isi kandungannya. Sebagai contoh ayat Al Qur’an yang berisi isyarat ilmu pengetahuan adalah ayat-ayat berikut:
A. Surat Yunus ayat 101
1. Bacaan surat Yunus ayat 101
Artinya : “Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. ” (QS Yunus : 101)
2. Isi kandungan
Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah Nya kepada rasul Nya agar dia menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan dengan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari dan bulan, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas, samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang semuanya itu terdapat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berfikir dan yakin kepada penciptanya.
Akan tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat semua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan bermanfaat baginya.
B. Surat Al Baqarah Ayat 164
1. Bacaan Surat Al Baqarah ayat 164
Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al Baqarah : 164)
2. Kandungan
Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk keperluan manusia. Sudah seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang maha suci itu. Karena dengan begitu, akan bertambah yakinlah ia pada kekuasaan dan keesaan Nya, akan bertmabha luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah yang maha mengetahui. Hendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu :
1. Bumi yang dihuni manusia dan apa yang tersimpan didalamnya tidak akan pernah habis baik didarat maupun dilaut
2. Langit dengan planet dan bintang-bintangnya semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu
3. Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjanng dan pendeknya pada beberapa negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat yang amat besar bagi manusia
4. Bahtera berlayar dilautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri yang lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian
5. Allah SWT menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang telah mati atau lekang dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan dapat pula melangsungkan hidupnya
6. Pengendalian dan pengisaran angin dari suatu tempat ke tempat yang lain adalah tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah dan kebesaran rahmatnya bagi manusia
7. Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya, semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut dipikirkan dan direnungkan bahkan dibahas dan diteliti untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuan yang juga membawa kepada pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah.
C. LATIHAN
Berilah tanda silang(X) pada huruf a,b,c,d atau e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1. Hukum menuntut ilmu bagi laki-laki dan perempuan adalah…
1.
1. sunah
2. makruh
3. haram
4. wajib
5. mubah
2. Di antara kandungan surat yunus ayat 101 adalah …
1. Allah swt meninggikan derajat orang yang berilmu
2. Allah membalas setiap amal kebaikan
3. Perintah mendirikan sholat
4. Berlomba-lomba dalam kebaikan
5. Menyuruh memperhatikan dan menyelidiki langit dan bumi
3. Rasulullah bersabda bahwa menuntut itu dari ayunan ……..
a. sampai dengan dewasa
b. sampai dengan tua
c. selagi masih hidup
d. sampai lahat
e. sampai menjelang ajal
4. Allah menyukai orang-orang yang mempunyai sifat seperti berikut, kecuali …
a. rendah hati
b. sederhana
c. rendah diri
d. tawaduk
e. sabar
5. Ilmu yang mempelajari cara membaca Al Qur’an…
a. ilmu fikih
b. ilmu tauhid
c. ilmu adab
d. ilmu tasauf
e. ilmu tajwid
6. Nun mati bertemu dengan huruf ba hukumnya….
a. iqlab
b. ikhfa
c. izhar
d. gunnah
e. idgam bi gunnah
1. Menurut hadits Rasulullah saw. Bayi yang dalam kandungan ibunya diberi ruh
( nyawa) setelah umur…..
a. 120 hari
b. 40 hari
c. 150 hari
d. 35 hari
e. 360 hari
1. Proses manusia dari alaqah akan menjadi…..
a. nutfah
b. izamah
c. mudgah
d. lahman
e. tulang-tulang
1. Bertambah besarnya gumpalan air dalam 40 hari secara berangsur-angsur, kemudian berubah menjadi segumpal darah disebut…
a. Alaqah
b. Sulalah
c. Nutfah
d. Mudgah
e. izamah
1. Setelah 40 hari segumpal daging dilengkapi dengan ……
a. daging encer
b. tulang-belulang
c. daging empuk
d. daging utuh
e. bentuk sempurna
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar!
1. Tuliskanlah surat yunus ayat 101!
2. Terjemahkan ayat dalam soal no 1!.
3. Bagaimanakah sikapmu bila temanmu bertanya tentang jawaban soal pada saat ujian berlangsung?.
4. Jelaskanlah kelebihan orang yang berilmu disisi Allah!
5. Sebutkan hokum nun mati atau tanwin bila bertemu huruf hijaiyah dan jelaskan!
6. Jelaskan kandungan surat yunus ayat 101!.
7. Apakh hokum menuntut ilmu bagi laki-laki dan perempuan?
8. Bagaimanakah hukum mempelajari ilmu tajwid bagi orang yang belum benar bacaannya?.
9. Jelaskan kandung surat Al Baqarah ayat 164!
Di dalam Al Qr’an ada isyarat ilmu pengetahuan yang perlu digali oleh manusia. Isyarat ilmu pengetahuan itu masih bersifat global sehingga memerlukan kesungguhan manusia untuk meneliti atau melakukan eksperimen untuk dapat menyingkap isi kandungannya. Sebagai contoh ayat Al Qur’an yang berisi isyarat ilmu pengetahuan adalah ayat-ayat berikut:
A. Surat Yunus ayat 101
1. Bacaan surat Yunus ayat 101
Artinya : “Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. ” (QS Yunus : 101)
2. Isi kandungan
Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah Nya kepada rasul Nya agar dia menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan dengan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari dan bulan, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas, samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang semuanya itu terdapat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berfikir dan yakin kepada penciptanya.
Akan tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat semua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan bermanfaat baginya.
B. Surat Al Baqarah Ayat 164
1. Bacaan Surat Al Baqarah ayat 164
Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al Baqarah : 164)
2. Kandungan
Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk keperluan manusia. Sudah seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang maha suci itu. Karena dengan begitu, akan bertambah yakinlah ia pada kekuasaan dan keesaan Nya, akan bertmabha luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah yang maha mengetahui. Hendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu :
1. Bumi yang dihuni manusia dan apa yang tersimpan didalamnya tidak akan pernah habis baik didarat maupun dilaut
2. Langit dengan planet dan bintang-bintangnya semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu
3. Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjanng dan pendeknya pada beberapa negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat yang amat besar bagi manusia
4. Bahtera berlayar dilautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri yang lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian
5. Allah SWT menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang telah mati atau lekang dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan dapat pula melangsungkan hidupnya
6. Pengendalian dan pengisaran angin dari suatu tempat ke tempat yang lain adalah tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah dan kebesaran rahmatnya bagi manusia
7. Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya, semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut dipikirkan dan direnungkan bahkan dibahas dan diteliti untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuan yang juga membawa kepada pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah.
C. LATIHAN
Berilah tanda silang(X) pada huruf a,b,c,d atau e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1. Hukum menuntut ilmu bagi laki-laki dan perempuan adalah…
1.
1. sunah
2. makruh
3. haram
4. wajib
5. mubah
2. Di antara kandungan surat yunus ayat 101 adalah …
1. Allah swt meninggikan derajat orang yang berilmu
2. Allah membalas setiap amal kebaikan
3. Perintah mendirikan sholat
4. Berlomba-lomba dalam kebaikan
5. Menyuruh memperhatikan dan menyelidiki langit dan bumi
3. Rasulullah bersabda bahwa menuntut itu dari ayunan ……..
a. sampai dengan dewasa
b. sampai dengan tua
c. selagi masih hidup
d. sampai lahat
e. sampai menjelang ajal
4. Allah menyukai orang-orang yang mempunyai sifat seperti berikut, kecuali …
a. rendah hati
b. sederhana
c. rendah diri
d. tawaduk
e. sabar
5. Ilmu yang mempelajari cara membaca Al Qur’an…
a. ilmu fikih
b. ilmu tauhid
c. ilmu adab
d. ilmu tasauf
e. ilmu tajwid
6. Nun mati bertemu dengan huruf ba hukumnya….
a. iqlab
b. ikhfa
c. izhar
d. gunnah
e. idgam bi gunnah
1. Menurut hadits Rasulullah saw. Bayi yang dalam kandungan ibunya diberi ruh
( nyawa) setelah umur…..
a. 120 hari
b. 40 hari
c. 150 hari
d. 35 hari
e. 360 hari
1. Proses manusia dari alaqah akan menjadi…..
a. nutfah
b. izamah
c. mudgah
d. lahman
e. tulang-tulang
1. Bertambah besarnya gumpalan air dalam 40 hari secara berangsur-angsur, kemudian berubah menjadi segumpal darah disebut…
a. Alaqah
b. Sulalah
c. Nutfah
d. Mudgah
e. izamah
1. Setelah 40 hari segumpal daging dilengkapi dengan ……
a. daging encer
b. tulang-belulang
c. daging empuk
d. daging utuh
e. bentuk sempurna
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar!
1. Tuliskanlah surat yunus ayat 101!
2. Terjemahkan ayat dalam soal no 1!.
3. Bagaimanakah sikapmu bila temanmu bertanya tentang jawaban soal pada saat ujian berlangsung?.
4. Jelaskanlah kelebihan orang yang berilmu disisi Allah!
5. Sebutkan hokum nun mati atau tanwin bila bertemu huruf hijaiyah dan jelaskan!
6. Jelaskan kandungan surat yunus ayat 101!.
7. Apakh hokum menuntut ilmu bagi laki-laki dan perempuan?
8. Bagaimanakah hukum mempelajari ilmu tajwid bagi orang yang belum benar bacaannya?.
9. Jelaskan kandung surat Al Baqarah ayat 164!
Langganan:
Postingan (Atom)